Breakfast with The View: Makan Santai di Tengah Hiruk Pikuk Kota Jakarta

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kesibukan Jakarta yang serba cepat, terdapat satu spot menarik di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang menawarkan suasana santai untuk sekadar menikmati kopi, berbincang, hingga melepas penat sambil melihat lalu lintas ibu kota yang tak pernah sepi.

Warung Kopi HI Sawargi, merupakan warung kopi sederhana yang berada di kawasan bundaran HI, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, seberang halte Tosari, Jakarta Pusat.

Meskipun mungil, dan berada di area pejalan kaki, warkop ini justru jadi pilihan banyak orang yang ingin menikmati suasana kota Jakarta dari jarak dekat, atau sekadar singgah karena tempatnya yang menarik mata.

Dari warkop ini, pemandangan gedung-gedung tinggi, aktivitas warga, hingga hilir mudik kendaraan jadi hiburan tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Menurut Anton, salah satu karyawan yang bertugas, warkop ini sudah berjualan sekitar setengah tahun.

"Ini sekitar 6 bulan, belum setahun," ujar Anton saat ditemui kumparan di lokasi, Jumat (9/1).

Daya tarik lainnya, warkop ini buka selama 24 jam. Hal itu membuat siapa saja bisa mampir kapan saja, baik yang sedang lewat, bekerja di sekitar kawasan, hingga mereka yang sengaja datang dari jauh.

"Kalau ini 24 jam sih, Kak. Rolling-an gitu. Ramai yang lewat, kadang ada juga dari jauh tuh, dari Bekasi juga jauh-jauh ke sini," tambahnya.

Soal menu, Warung Kopi HI Sawargi menawarkan pilihan makanan yang cukup ringan juga ramah di kantong. Beberapa menu favorit pengunjung antara lain, roti bakar, pempek, hingga kentang goreng.

"Menu andalan seperti roti bakar, pempek, kentang goreng. Kalau roti bakar harganya Rp 15 ribu, pempek Rp 15 ribu, kalau kentang ya Rp 10 ribu,” jelas Anton.

Meski berada di kawasan yang tergolong vital, Anton menyebut keberadaan warkop ini telah mengantongi izin usaha dari pemerintah daerah melalui fasilitas UMKM.

"Awalnya sih mungkin ya kita udah dapet izin juga ya dari dinas daerah ya. Emang udah bangunan ini udah lama juga, tahu-tahu udah ada jualan di sini, dari UMKM, pemerintah daerah (izinnya)” tambahnya.

Namun, keberadaan warkop ini masih tetap berada dalam pengawasan terkait penataan kawasan. Anton mengatakan, pihaknya juga beberapa kali mendapatkan arahan dari Satpol PP terkait penataan lapak, termasuk soal penggunaan meja dan kursi di area depan warkop.

"Arahan-arahan kayak Satpol PP lah begitu. Ini penertiban kalau meja, tempat duduk gitu belum boleh. Jadi mungkin nanti kita mau ajuin lagi biar supaya ada izin, biar ada kursi meja,” lanjutnya.

Di tengah hiruk pikuk Bundaran HI, Warung Kopi HI Sawargi menawarkan suasana yang berbeda. Sederhana, dekat dengan aktivitas kota, namun tetap hangat sebagai tempat singgah.

Iman (27), salah satu pengunjung, mengaku beberapa kali mampir ke warkop ini saat melewati kawasan tersebut, baik saat berangkat maupun pulang kerja.

“Kalau lewat sini biasanya saya mampir, entah pas berangkat kerja atau pulang. Tempatnya enak buat istirahat sebentar, harganya juga masih terhitung murah,” kata Iman.

Anton berharap, ke depannya warkop ini tetap bisa menjadi pilihan para pengunjung, dan pelanggannya, sekaligus terus ramai Dan berkembang.

"Sama harapannya ya tambah ramai lagi lah, nambah karyawan lagi,” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Reaksi China Setelah Amerika Rebut Startup Bernilai Rp 33 Triliun
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Demonstrasi Meluas di Iran Akibat Krisis Ekonomi, Akses Internet Padam
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Legislator PDIP: Pelaporan Pandji Mirip Tekanan Orde Baru pada Seniman
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Jokowi Dikabarkan akan ke Makassar 29 Januari, Ada Agenda Akbar
• 20 jam lalufajar.co.id
thumb
Arsenal vs Liverpool, Laga di Stadion Emirates Berakhir Imbang Tanpa Gol
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.