Venezuela Umumkan Pembebasan Tahanan sebagai Isyarat Perdamaian

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Caracas: Pemerintah Venezuela mulai membebaskan “sejumlah besar” warga negara dan warga asing dari penjara, sebuah langkah yang disebut pimpinan lembaga legislatif negara itu sebagai isyarat untuk “mencari perdamaian.” 

Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis, 8 Januari 2026 kurang dari sepekan setelah mantan Presiden Nicolás Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat (AS) dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba.

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 9 Januari 2026, Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, yang juga saudara dari Presiden sementara Delcy Rodríguez, tidak merinci siapa saja yang akan dibebaskan maupun jumlah pastinya. Namun, ia menegaskan bahwa proses pembebasan tahanan “sedang berlangsung saat ini.”

Pada hari yang sama, pemerintah Spanyol mengumumkan lima warga negaranya telah dibebaskan di Caracas. Kedutaan Besar Spanyol disebut tengah mengoordinasikan pemulangan mereka ke Spanyol, meski belum ada kepastian mengenai jadwal keberangkatan.

Organisasi hak asasi manusia Penal Forum mencatat bahwa hingga 29 Desember 2025 terdapat 863 orang yang ditahan di Venezuela “karena alasan politik.” Direktur Penal Forum, Alfredo Romero, menyebut pembebasan tersebut sebagai “kabar baik” di tengah situasi politik yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir.

“Kami akan memverifikasi setiap pembebasan,” tulis Romero melalui platform X.

Ia menambahkan, “Kami sudah mengetahui beberapa orang yang sedang dalam perjalanan menuju kebebasan, termasuk warga asing.”

Pembebasan tokoh oposisi dan para pengkritik pemerintah telah lama menjadi tuntutan kelompok oposisi Venezuela dan pemerintah Amerika Serikat. Namun, pemerintah Venezuela secara konsisten menolak istilah “tahanan politik” dan menuduh mereka yang ditangkap berupaya menggoyahkan pemerintahan Maduro, terutama setelah gelombang penahanan massal menyusul pemilu 2024 yang kontroversial.

“Anggap ini sebagai sebuah gestur dari pemerintah Bolivarian yang secara luas bertujuan untuk mencari perdamaian,” kata Jorge Rodríguez dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi.

Peneliti Observatorium Venezuela di Universitas Rosario, Bogotá, Ronal Rodríguez, menilai pemerintah kerap membebaskan tahanan pada momen-momen politik yang strategis. “Rezim menggunakan mereka sebagai alat tawar-menawar,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa para pengamat akan mencermati bukan hanya jumlah tahanan yang dibebaskan, tetapi juga apakah figur-figur penting termasuk di dalamnya, serta apakah pembebasan tersebut bersifat penuh atau hanya berupa tahanan rumah.

Hingga Kamis, belum terlihat pergerakan signifikan di sekitar salah satu penjara paling terkenal di Venezuela, tempat sejumlah tahanan politik ditahan.

Sehari sebelumnya, pemerintahan Trump mengambil langkah untuk menegaskan kendali atas sektor minyak Venezuela dengan menyita dua kapal tanker yang dikenai sanksi dan mengumumkan rencana pelonggaran sebagian sanksi agar Amerika Serikat dapat mengawasi penjualan minyak Venezuela ke pasar global.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan tekad Washington untuk mengendalikan arah transisi politik Venezuela melalui aset minyaknya, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan usai penangkapan Maduro bahwa Amerika Serikat akan “mengelola” negara tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rumah Eks Menag Gus Yaqut Dijaga Ketat Usai Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Menhaj Sebut Pelunasan Bipih di Sejumlah Daerah Hampir Capai 100 Persen
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Lansia Selamat dari Tabrakan Kereta Api, Motor Terlempar 50 Meter
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 9 Januari 2026, Syarat dan Lokasi Perpanjang di Sini!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Laporan Inara Rusli Terkait Illegal Access Naik ke Tahap Penyidikan
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.