PDIP Bakal Gelar Rakernas, Bahas Persoalan Geopolitik sampai Krisis Ekologis

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan bakal melaksanakan Rakernas sekaligus peringatan HUT ke-53 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10-12 Januari 2026.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut rangkaian acara dimulai pada 10 Januari dengan peringatan HUT ke-53.

BACA JUGA: Publik Tolak Pilkada Via DPRD, Deddy PDIP: Rakyat Tak Mau Haknya Dibajak Oligarki

Selanjutnya, kata dia, PDIP bakal melanjutkan kegiatan dengan penyelenggaraan Rakernas hingga 12 Januari 2026.

Hasto menuturkan acara akan dihadiri pengurus PDIP di tingkat pusat dan daerah yang diwakili ketua, sekretaris dan bendahara.

BACA JUGA: Legislator PDIP Sebut Usulan Pilkada Tidak Langsung Akan Ditolak Rakyat

"Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai," kata dia melalui keterangan persnya, Jumat (9/1).

Diketahui, PDIP melaksanakan Rakernas sebagai tindak lanjut hasil Kongres ke-VI PDIP pada Agustus 2025 lalu.

BACA JUGA: Gelar Rakernas di Ancol 8-10 Januari, PDIP Bakal Bahas Wacana Pilkada Via DPRD

PDIP memilih tema Satyam Eva Jayate, dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya. 

Adapun, Satyam Eva Jayate adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang".

"Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945," kata Hasto.

Penyandang gelar doktor dari Universitas Indonesia itu mengatakan Satyam Eva Jayate bukan sekadar slogan, melainkan pesan moral yang bahi pemuda untuk berani berbicara kritis.

"Pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi serta berani menempuh jalan anti mainstream di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan," kata Hasto.

Pria asal Yogyakarta itu menuturkan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” diambil dengan mengutip lagu Indonesia Raya di stanza kedua.

Menurutnya, potongan lirik menggambarkan daya tahan atqu resilience yang menyertai Satyam Eva Jayate. 

"Keteguhan terhadap posisi di sanalah aku berdiri juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," ujar Hasto. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aurelie Moeremans Sebut Mantan Pacar Sempat Ancam Dirinya saat Tolak Ajakan Bobo
• 20 jam laluinsertlive.com
thumb
Usai Lagu Pulanglah Viral, Mario G Klau Bersiap Hadirkan Single Baru
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
JIS hingga LRT Jakarta, Ini Deretan Mega Proyek Jakarta yang Dituntaskan Jakpro pada 2025
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Cegah Tumbang, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jaktim Siapkan Penanganan Pohon pada 2026
• 17 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.