Pimpin Satgas, Mendagri Petakan Persoalan Penanganan Bencana Sumatra

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bergerak cepat memetakan berbagai persoalan penanganan bencana di wilayah Sumatera setelah resmi ditugaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Upaya pemetaan itu dilakukan dengan menggelar pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Intinya adalah kita membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Tito menyebut dari 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang terdampak bencana, sebagian besar daerah telah menunjukkan kemajuan signifikan. Pemulihan ditandai dengan berfungsinya kembali roda pemerintahan daerah, pulihnya konektivitas jalan utama, berjalannya layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Menteri Agus: Immigration Lounge Simbol Transformasi Pelayanan Publik Imigrasi

Meski demikian, Tito menyadari masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus agar mampu segera pulih. Di Provinsi Aceh, kata Tito, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 11 daerah dinyatakan telah berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumut dan Sumbar. Meski mayoritas daerah terdampak telah memasuki fase pemulihan, tapi beberapa wilayah tertentu di dua provinsi tersebut tetap mendapat perhatian khusus sesuai tingkat dampak bencana.

Tito menambahkan, pemerintah terus memastikan pemulihan infrastruktur dasar, khususnya jaringan jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi tersebut telah kembali terhubung. Sementara perbaikan jalan non-nasional terus dikerjakan secara bertahap oleh Kementerian PU bersama TNI, Polri, dan Pemda.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pendataan rumah rusak akibat bencana. Proses pendataan dan validasi terus dilakukan agar penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dapat segera terealisasi. Tito berharap percepatan tersebut dapat mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, Tito mengusulkan penambahan personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mahasiswa sekolah kedinasan. Mereka akan dilibatkan dalam kegiatan pembersihan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum.

Selain itu, pihaknya akan membentuk dua posko utama pemulihan bencana, yakni di Jakarta dan Banda Aceh yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi.

“Posko ini akan diawaki 24 jam oleh tim yang kita bentuk untuk menampung informasi-informasi dari kementerian/lembaga maupun dari daerah-daerah,” tutur Tito.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sinopsis CINTA SEDALAM RINDU SCTV Episode 192, Hari Ini Jumat 9 Januari 2026: Kepanikan Aluna dan Galaxy Saat Syela Ambruk Tak Sadarkan Diri
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Delpedro Marhaen dkk, Sidang Kasus Dugaan Penghasutan Tetap Lanjut
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Kaesang Optimistis PSI Jatim Lebih Kuat, Struktur Hampir Rampung hingga Kecamatan
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Gus Salam: Pandji Pragiwaksono tak layak dilaporkan ke polisi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Anggota Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.