Penyaluran Kredit Masih Lesu hingga November 2025 Meski Suku Bunga Mulai Turun

katadata.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan hingga November 2025 mencapai Rp 8.314 triliun, tumbuh 7,74% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan kredit ini hanya naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,36% secara tahunan meski suku bunga kredit mulai turun. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98% per November 2025. Penyaluran kredit korporasi juga masih tumbuh 12% secara tahunan, sedangkan kredit konsumsi naik 6,67%. 

Di sisi lain, kredit modal kerja hanya naik 2,04%. Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah juga dinilai masih menghadapi tekanan hingga November 2025.

Pertumbuhan kredit tak banyak bergerak meski OJK mencatat rata-rata suku bunga kredit rupiah sudah turun 26 basis poin (bps) yoy menjadi 8,97% pada November 2025. Penurunan suku bunga kredit terbesar terjadi pada modal kerja yang turun 44 bps. 

Sementara itu, OJK mencatat, penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK  tumbuh lebih kencang mencapai 12,03% menjadi Rp 9.899,07 triliun, meningkat dari 11,48% dibandingkan periode sebelumnya.

"Dari sisi pendanaan, rata-rata tertimbang suku bunga DPK rupiah turun 29 bps yoy menjadi 2,77%, penurunan terjadi terutama pada suku bunga deposito,"  kata Dian dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan secara virtual, Jumat (9/1).

Likuiditas sektor perbankan pada Desember 2025 tercatat memadai. Rasio alat likuid terhadap noncore deposit (ALNCD) berada di 131,49% dan alat likuid terhadap DPK (ALDPK) sebesar 29,67%. Angka tersebut berada jauh di atas threshold masing-masing 50% dan 10%, sedangkan liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 210,38%.

Kualitas kredit juga dinilai terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,21% dari 2,25% pada bulan sebelumnya, sedangkan NPL net membaik menjadi 0,86% dari 0,90%. Loan at risk (LAR) juga menurun menjadi 9,22% dari 9,41% pada bulan sebelumnya.

Selain itu, Dian menyampaikan ketahanan perbankan tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) yang berada di tingkat tinggi yaitu 26,05%, sedikit turun dari 26,38% sebelumnya, namun masih menjadi bantalan risiko yang kuat di tengah ketidakpastian global.

Prospek Perbankan pada 2026

OJK memproyeksikan kinerja perbankan pada 2026 tetap solid dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang stabil. Proyeksi pertumbuhan tersebut ditopang kualitas kredit yang terjaga serta permodalan yang kuat.

Namun OJK mengingatkan bahwa pertumbuhan kredit sangat bergantung pada faktor eksternal seperti permintaan pembiayaan dari dunia usaha, iklim investasi, dan kondisi ekonomi nasional.

“Maka tentu saja penguatan di seluruh aspek penopang pertumbuhan ekonomi tersebut itu akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit yang berkelanjutan,” ujar Dian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gubernur Sebut Produk Beredar di Sumbar Wajib Bersertifikat Halal
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Wow di 2025 Pajak Hiburan Kota Serang tembus Rp5 miliar
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Batalkan Serangan Kedua ke Venezuela, Lima Kapal Tanker Disita
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Mudik Gratis Lebaran 2026 Banten Akan Dibuka, Ini Link dan Persyaratannya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Donald Trump: Saya Tidak Butuh Hukum Internasional
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.