Trump Batalkan Serangan Kedua ke Venezuela, Lima Kapal Tanker Disita

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Trump mengatakan gelombang serangan kedua ke Venezuela telah dibatalkan, dengan alasan peningkatan kerja sama dan pembebasan tahanan politik.

Trump Batalkan Serangan Kedua ke Venezuela, Lima Kapal Tanker Disita. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan gelombang serangan kedua ke Venezuela telah dibatalkan, dengan alasan adanya peningkatan kerja sama dari negara tersebut terutama setelah beberapa tahanan politik dibebaskan.

Trump menuliskan dalam unggahan media sosialnya pada Jumat (9/1/2025) bahwa Venezuela bekerja sama baik dengan AS dalam membangun kembali infrastruktur minyak dan gasnya serta membebaskan sejumlah besar tahanan politik. “Itu berarti gelombang serangan lain tampaknya tidak diperlukan,” kata Trump dikutip dari Bloomberg, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga:
Trump Ancam Serang Iran usai Gulingkan Presiden Venezuela

Sementara itu, AS terus menempatkan militernya dalam posisi untuk tindakan lebih lanjut di wilayah tersebut setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pekan lalu. Penjaga Pantai AS kembali menyita kapal tanker minyak lain pada Jumat ini.

Adapun harga minyak Brent berjangka sedikit turun setelah pernyataan Trump, dan diperdagangkan pada USD62,16 per barel pada pukul 10:15 pagi di London. Rencananya, Trump akan bertemu dengan para eksekutif minyak AS karena pemerintahannya mendorong mereka untuk membangun kembali sektor energi Venezuela.

Baca Juga:
AS Sita Kapal Berbendera Rusia yang Kerap Angkut Minyak Venezuela

Selain itu, Trump mengatakan kepada Fox News pada Kamis bahwa ia berencana untuk bertemu dengan politisi Venezuela dari partai oposisi, María CorinaMachado minggu depan, sebagai isyarat pengakuan lain terhadap oposisi.

Akhir pekan lalu ia mengatakan bahwa Machado bukanlah pilihan yang tepat untuk memimpin Venezuela karena ia tidak memiliki rasa hormat dari rakyatnya, tetapi Machado tetap mendukung presiden AS dan menawarkan untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaiannya kepada Trump, sebuah penghargaan yang telah lama diidamkannya.

Baca Juga:
Harga Minyak Naik 3 Persen, Isu Venezuela dan Risiko Pasokan Rusia-Iran Membayangi

Setelah penangkapan Maduro, Trump mengindikasikan bahwa meskipun AS akan mempertimbangkan untuk menggunakan militer dalam mengamankan kerja sama pemerintah sementara di Caracas, ia berharap tidak perlu memerintahkan tindakan tambahan.

Dalam beberapa minggu menjelang penggerebekan Maduro, AS telah meningkatkan kehadirannya di Karibia dan telah menyerang lebih dari selusin kapal yang diklaim AS sebagai kapal penyelundup narkoba. AS belum mengungkapkan serangan lebih lanjut sejak penangkapan Maduro.

Trump mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa sebagian besar transit narkoba melalui laut telah dihentikan. Perjuangan melawan narkoba merupakan pembenaran sebagian operasi untuk mengejar Maduro pekan lalu.

Keterlibatan militer di wilayah tersebut mungkin juga berlanjut di front lain. Selama berbulan-bulan, Trump telah mengisyaratkan kesediaan untuk menargetkan fasilitas produksi narkoba di negara lain, termasuk Kolombia dan Meksiko, dan pada Kamis kemarin ia mengatakan serangan sedang dipersiapkan, tanpa menyebutkan lokasi spesifik.

“Kita akan mulai sekarang menyerang darat terkait kartel,” kata Trump pada Kamis dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

Pada hari Jumat, Penjaga Pantai menaiki dan menyita sebuah kapal tanker yang diduga membawa minyak terlarang yang berusaha menghindari pasukan AS dalam perjalanannya keluar dari Venezuela, kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dalam sebuah unggahan di media sosial.

Penyitaan itu adalah yang kelima dari sebuah kapal yang mencoba masuk atau keluar dari daerah tersebut, menunjukkan bahwa AS masih berusaha untuk mencegah pengiriman minyak yang dikenai sanksi ke negara-negara termasuk Rusia dan China.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Doktif Datangi Polda Metro Jaya, Desak Richard Lee Segera Ditahan atas Laporannya: Penahanan Bisa Dilakukan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
PBNU Tegaskan Kasus Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut Masalah Pribadi
• 12 menit laluokezone.com
thumb
8 Skill Digital Wajib Punya di 2026 Agar Cepat Dilirik Perusahaan
• 22 jam laluinsertlive.com
thumb
Festival Lari Makin Booming, Ini 5 Tips yang Perlu Kamu Persiapkan Sebelum Berpartisipasi
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir OKU Timur
• 15 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.