JAKARTA - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyatakan pihaknya menghormati proses hukum mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang terjerat kasus dugaan korupsi kuota haji. Ia berharap proses penanganan perkara tersebut dapat menemukan keadilan.
"Kita hormati proses hukum dan berharap agar persidangan berjalan sesuai fakta dan data yang sebenarnya, seadil-adilnya," ujar Gus Fahrur, Sabtu (10/1/2026).
Gus Fahrur menyatakan perkara itu merupakan masalah pribadi Gus Yaqut. Ia berkata, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan PBNU.
"Ini masalah pribadi beliau dan tidak ada kaitannya dengan PBNU secara kelembagaan. Tentu beliau akan didampingi oleh pengacara pribadinya yang sudah mendampingi sejak lama," ujar Gus Fahrur.
"Yang berarti seseorang yang disangka, ditangkap, ditahan, atau diadili harus dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menegaskan kesalahannya," kata Gus Fahrur.
"Artinya, beban pembuktian ada pada jaksa, dan tetap harus diperlakukan dengan hak-haknya sebagai orang yang belum terbukti bersalah," pungkasnya.


