Ratusan guru, siswa, dan tenaga kependidikan (Tendik) siap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran program Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (12/1/2025).
Prabowo dijadwalkan hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan para kepala daerah. Acara ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
Sekitar dua ribu peserta dari berbagai unsur ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran ini, di antaranya terdapat sejumlah siswa Sekolah Rakyat yang akan memberikan penampilan khusus di hadapan Presiden, seperti paduan suara, teater, pidato, hingga atraksi baris variasi.
Diketahui, para siswa tersebut datang dari berbagai Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, hingga Jayapura. Salah satu siswa dari SRT 8 Jombang, Earlene Naifah Widyadana (15), masih tidak menyangka bisa ikut terlibat dalam peluncuran Sekolah Rakyat. Ia rencananya akan menjadi pembawa acara pada acara tersebut.
"Enggak nyangka sih ya, kaget juga. Karena kan, karena enggak pernah naik pesawat juga kan. Alhamdulillah bisa sampai sini, katanya juga ada Pak Prabowo ke sini. Syukur Alhamdulillahnya bisa ketemu Pak Prabowo, seneng banget sih di sini," kata Naifah dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).
Pertama kali akan bertemu Kepala Negara, Naifah cukup gugup, namun dia terus berlatih untuk memberikan penampilan terbaik.
"Awal-awal itu ya enjoy aja sih, enggak ada rasa deg-degan sama sekali. Tapi kok mendekati hari acara kok agak deg-deg ser gimana gitu. Apalagi menghadap Presiden Republik Indonesia pertama kali sih," ungkapnya.
Lebih lanjut, Naifah datang dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja serabutan sebagai tukang servis dan jual beli handphone, baginya Sekolah Rakyat membuka harapan kembali untuk bisa melanjutkan pendidikan.
"Senang banget alhamdulillah. Soalnya kalau enggak ada program ini saya kayaknya enggak sekolah," ujar Naifah.
Sementara itu, Guru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Maria Cindayani Rosari Limun mengutarakan perasaan senangnya karena Sekolah Rakyat akhirnya bisa diluncurkan.
"Tentu banyak masyarakat yang akan tahu dan sadar bahwa Sekolah Rakyat ini benar-benar sangat bermanfaat dan sasarannya tepat pada orang yang betul-betul membutuhkan," kata Maria.
Maria berharap Sekolah Rakyat terutama di Kupang bisa terus bertambah jumlahnya dan tersedia dari berbagai jenjang.
"Karena sangat banyak anak di sana yang membutuhkan pendidikan, bantuan pendidikan, dan juga saya sangat berharap di NTT ini tidak hanya sampai di SMP, ada juga sampai di SMA," pungkasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak 2025, pada saat bersamaan 104 titik Sekolah Rakyat permanen juga mulai dibangun dan ditargetkan mencapai 200 titik pada 2027
(akn/ega)




