Bahas Pilkada Dipilih DPRD hingga Pandji, Podcast Ahok di YouTube Denny Sumargo Sempat Hilang

fajar.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ocehan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menjadi buah bibir. Makin tersorot setelah videonya menghilang dari YouTube.

Video itu sebelumnya muncul selama sekitar 19 menit di kanal CURHAT BANG milik Denny Sumargo pada Rabu, 7 Januari 2026. Namun diduga terkena takedown.

Pada Kamis, 8 Januari 2026, video tersebut kembali ditayangkan di kanal yang sama. Kini video itu sudah bisa kembali ditonton.

Di video itu, Ahok banyak mengulas dinamika politik dan hukum, terutama terkait pencalonan kepala daerah. Dia menyinggung pengalamannya saat memilih mundur dari jabatan demi maju ke posisi yang lebih tinggi.

“Mereka (pejabat yang lebih tinggi) bikin peraturan waktu itu, bupati yang mau jadi gubernur harus berhenti, supaya saya takut,” ujar Ahok.

“Maksudnya gitu loh, dia akhirnya kaget saat saya berhenti beneran,” tambahnya.

Ahok juga mengkritik aturan Pilkada yang menurutnya kerap berubah dan seolah diarahkan pada individu tertentu.

“Jangan main-main suka-suka gitu. Lagi mau sikat Ahok, bikin A. Begitu enggak yang lain, bikin B,” ungkapnya.

“Masa gara-gara saya mau maju jadi 10 tahun, saya mesti berhenti setengah tahun. Dari mana dasar hukumnya?” lanjut Ahok.

Dia menilai kebijakan tersebut muncul karena adanya ketakutan jika petahana kembali terpilih.

“Ini sudah kayak ketakutan saya itu bisa terpilih lagi tahu enggak? Suruh saya berhenti dengan cara diputusin dong,” katanya.


“Saya datang MK diketawain. Eh, MK putusin enggak perlu berhenti lagi tuh bisa segala macam. Jadi mereka saya bilang, hukum kok cuma buat target orang tertentu gitu,” sambung Ahok.

Menanggapi hal itu, Denny Sumargo menilai keputusan terkait Pilkada kerap lahir dari keyakinan, bukan semata-mata ketetapan hukum

“Jatuhkan keputusan (soal kepala daerah) itu berlandaskan menurut keyakinan bukan ketetapan hukum,” ungkap Denny.

Selain isu politik, obrolan juga menyentuh penampilan komika Pandji Pragiwaksono yang belakangan menuai pro dan kontra.

“Mudah-mudahan Panji jangan ditangkap, saya juga aman. Kalau Pandji kena, saya bahaya,” canda Ahok

Ahok mengaku telah menyaksikan penampilan Pandji di Netflix dan mengapresiasi keberaniannya. “Harusnya saya datang tapi nanti muka saya ketahuan orang. Tapi saya sudah nonton di Netflix,” ujarnya.

“Waduh gila deh Pandji nekat banget. Oke pro kontra dong pasti. Saya sih pro banget tuh,” tegas Ahok.

Ia juga menyoroti kecerdikan Pandji dalam menyampaikan materi dengan penegasan di awal.

“Kan dia sudah pintar, pakai disclaimer ‘menurut keyakinan saya’. Ini Panji yang ngajarin nih,” tandasnya.
(Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Aparat AS Tembak 2 Orang di Oregon, Buntut Kematian Perempuan di Minneapolis
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Temukan Uang Saat OTT Pegawai Pajak Jakut
• 5 menit lalukompas.com
thumb
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp40,99 Triliun sepanjang 2025
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.