Anak Suka Manjat Pintu dan Jendela di Rumah, Wajar atau Perlu Dibatasi?

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Di usia prasekolah hingga awal sekolah, anak berada dalam fase aktif bergerak dan gemar bereksplorasi. Aktivitas seperti berlari, memanjat, dan mencoba tantangan baru merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar yang normal.

Kebutuhan gerak ini sering kali tetap muncul meski anak sedang tidak mengikuti aktivitas rutinnya. Seperti yang dilakukan anak pemilik akun Instagram @neetaaap13_.

Beberapa bulan terakhir, sang putri sebenarnya aktif mengikuti kegiatan panjat tebing. Namun, saat libur sekolah dan jeda latihan wall climbing, sang anak tetap menyalurkan kebiasaannya dengan memanjat pintu di rumah. Lantas, mengapa anak begitu gemar mencari tantangan seperti itu?

Alasan Anak Suka Manjat di Berbagai Tempat

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fikritama, SpA, perilaku memanjat merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.

“Anak suka memanjat karena kebutuhan gerak, eksplorasi, dan penguatan motorik kasar, terutama pada usia prasekolah dan awal sekolah,” jelas dr. Aisya Fikritama, SpA, kepada kumparanMOM, Kamis (8/1).

Aktivitas memanjat membantu anak melatih kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, serta membangun rasa percaya diri. Oleh karena itu, secara perkembangan, perilaku ini tergolong wajar dan tidak selalu perlu dilarang.

Waspada Risiko di Dalam Rumah

Meski memanjat merupakan kebutuhan alami anak, orang tua tetap perlu waspada. Lingkungan rumah umumnya tidak dirancang sebagai area bermain untuk aktivitas panjat, sehingga risiko cedera dapat lebih tinggi.

Rumah biasanya dipenuhi perabot, sudut keras, dan permukaan yang berbahaya jika anak terjatuh. Karena itu, pengawasan serta pengaturan lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan anak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:

  1. Risiko jatuh dan cedera kepala

  2. Memastikan area bermain bebas dari benda berbahaya

  3. Menggunakan alas empuk atau matras

  4. Menjauhkan anak dari meja, kursi, lemari, dan sudut tajam

  5. Memasang corner protector pada sudut perabot

  6. Mengunci atau membatasi akses ke area berbahaya seperti jendela, pintu tinggi, dan tangga

Agar kebutuhan gerak anak tetap tersalurkan dengan aman, orang tua dapat menyediakan alternatif alat bermain yang memang dirancang untuk aktivitas memanjat, seperti:

Dengan alat yang tepat, anak tetap dapat bergerak aktif tanpa harus memanjat struktur rumah yang berisiko.

“Intinya, memanjat itu boleh, tetapi harus dilakukan di tempat yang aman,” pesan dr. Aisya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Melatih di Persija Development, Maman Abdurrahman Beberkan Pengalaman Berinteraksi dengan Pesepak Bola Muda
• 3 jam lalubola.com
thumb
Bahagia Jadi Ibu Sepenuhnya, Marshanda Kini Tinggal Bersama Sienna
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Kouta Haji, Harta Kekayaan Capai Rp13,7 Miliar
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Sinopsis MuTeLuv: Love Lock Series Thailand Terbaru Dew Jirawat dan Jammie Juthapich
• 12 jam laluinsertlive.com
thumb
Kapan Long Weekend Januari 2026? Ini Jadwal Tanggal Merah Pertengahan Bulan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.