Warga Aceh Tamiang Mulai Huni Rumah Sementara

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Warga yang selama ini tinggal di tenda darurat kini mulai menghuni rumah sementara yang dibangun Pemerintah melalui BUMN.

Warga Aceh Tamiang Mulai Huni Rumah Sementara (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Pemandangan penuh harapan dan ceria nampak dari Kompleks Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang. Ya, warga yang selama ini tinggal di tenda darurat kini mulai menghuni rumah sementara yang dibangun Pemerintah melalui BUMN.

Senyum semringah terlihat dari wajah para orang tua, sementara tawa anak-anak memecah keheningan sore di kompleks hunian yang dibangun berderet rapi tersebut. Setelah lebih dari sebulan hidup di tenda pengungsian, tempat ini terasa seperti awal kehidupan baru.

Baca Juga:
Pendapatan BNI Life Capai Rp5,8 Triliun Sepanjang 2025

Anak-anak menjadi potret paling jujur dari kebahagiaan itu. Mereka berlarian, bermain ayunan di taman bermain yang tersedia, sesuatu yang sebelumnya tak pernah mereka rasakan selama tinggal di tenda darurat. 

Beberapa anak bahkan tak kuasa menahan kegembiraan, melompat-lompat di atas kasur yang sudah rapi dan bersih di dalam hunian. Pemandangan sederhana, namun sarat makna: rasa aman akhirnya kembali.

Baca Juga:
BRI dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Finansial Atlet Berprestasi SEA Games 2025

Selama berada di tenda pengungsian, ruang bermain anak nyaris tak ada. Kini, mereka memiliki halaman, ayunan, dan ruang terbuka yang memberi kebebasan untuk kembali menjadi anak-anak. Orang tua pun tampak lebih tenang, duduk di kursi taman yang disediakan di depan setiap unit, sambil mengawasi anak-anak mereka bermain.

Rika Jahara, salah satu warga yang kini menghuni rumah sementara tersebut, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan kebahagiaannya. 

Baca Juga:
OJK Sebut Stabilitas Keuangan Terjaga di Tengah Pemangkasan Suku Bunga Global

“Senang sekali saya, senang. Rasanya jangan dipindah lagi. Terima kasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal kami. Soalnya rumah kita tidak ada lagi. Terima kasih pemerintah,” ujarnya penuh haru dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Hunian sementara ini memang jauh dari kesan darurat. Setiap unit dirancang fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Di dalamnya sudah tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, hingga meja makan. Akses jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang menambah kesan asri, lengkap dengan pot tanaman penghijauan di setiap pintu.

Baca Juga:
Aset Industri Asuransi Rp1.194 Triliun, OJK Kejar Target Pemenuhan Ekuitas Minimum di Akhir 2026

Tak hanya itu, setiap unit juga dilengkapi meteran listrik mandiri dan akses wifi gratis dari Telkom Indonesia, memastikan warga tetap terhubung dengan dunia luar. Infrastruktur pendukung lainnya pun tersedia, termasuk klinik kesehatan yang berada tak jauh dari hunian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Dokter Mustakif memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. 

“Di belakang kami, ini ada klinik kesehatan. Tiap hari dan tanpa ada hari libur, baik anak kecil, bayi, sampai dengan lansia, dengan yang penyintas ataupun yang beresiko, termasuk ibu hamil nanti,” kata dia.

Dengan konsep modular yang cepat dan berkualitas, rumah sementara ini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang pemulihan. Di sinilah harapan kembali tumbuh, diiringi tawa anak-anak dan doa agar mereka tak perlu lagi berpindah.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan Inara Rusli bertahan dengan Insanul Fahmi meski terseret polemik jadi istri kedua
• 19 jam lalubrilio.net
thumb
Tentara Suriah Klaim Hancurkan Gudang Senjata Pasukan SDF di Aleppo
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Gaji PPPK Kementerian HAM 2026 Berapa? Pendaftaran Masih Dibuka hingga 23 Januari 2026
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Durian Beku Asal Indonesia Tiba di China
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Yahya Pastikan PBNU Tak Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.