Kota Tangsel Tingkatkan Deteksi Dini Super Flu

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu. Langkah ini dilakukan melalui pemantauan intensif dan pengecekan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) melalui program surveilans Influenza Like Illness (ILI).

"Kami secara rutin melaksanakan deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) melalui program surveilans Influenza Like Illness (ILI). Hingga 9 Januari 2026, tidak ditemukan adanya jenis influenza yang dikategorikan sebagai super flu di Tangsel," ujar Allin, Jumat, 9 Januari 2026.


Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Istimewa

Allin menjelaskan, untuk memastikan jenis virus influenza yang beredar, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menunjuk UPTD Puskesmas Serpong 1 sebagai Sentinel ILI.

"Jadi setiap pasien yang datang ke puskesmas tersebut dengan gejala influenza dilakukan pengambilan spesimen dan pemeriksaan laboratorium di Kemenkes," kata Allin.

Meski belum ditemukan kasus super flu, Dinkes Tangsel tetap meningkatkan kewaspadaan. Menurut Allin, fasilitas pelayanan kesehatan di Tangsel dinilai memadai dan siap memberikan layanan kepada pasien influenza.

"Fasilitas pelayanan kesehatan di Tangsel saat ini dinilai memadai dan siap dalam memberikan pelayanan kepada pasien influenza atau super flu. Tangsel memiliki 31 rumah sakit, 35 UPTD puskesmas, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya yang siap mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," jelas Allin.

Baca Juga :

Super Flu Virus Berisiko Fatal bagi Lansia dan Kelompok Rentan
Ia menambahkan, upaya antisipasi terus dilakukan melalui penguatan surveilans dan pemantauan penyakit menular. Koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit juga diintensifkan guna memastikan sistem pelaporan berjalan optimal.

"Kami mengharapkan peran aktif masyarakat dalam upaya deteksi dini, dengan segera melaporkan apabila ditemukan kasus influenza di wilayahnya kepada puskesmas setempat agar dapat segera ditindaklanjuti. Masyarakat juga harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ungkap Allin.

Allin turut mengingatkan, individu dengan risiko tinggi atau yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala influenza.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korlantas Kerahkan ETLE Drone Pantau Pelanggar Lalu Lintas Lewat Udara
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Haji, PBNU Buka Suara: Itu Tindakan Individu, Bukan Organisasi!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Isra Mikraj 2026 Apakah Tanggal Merah? Cek Lagi Ketentuannya
• 20 jam laludetik.com
thumb
Harga OTR Jakarta Sepeda Motor Yamaha per Januari 2026
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
3.221 Warga Agam Masih Mengungsi Pascabencana
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.