Danantara Perdana Ikut World Economic Forum 2026, Ini Misi yang akan Dibawa RI

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Danantara Indonesia perdana akan menghadiri World Economic Forum (WEF) pada tahun ini. Gelaran akbar untuk para pelaku ekonomi di seluruh dunia tersebut akan diselenggarakan pada 19-23 Januari 2026.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan WEF kali ini akan dihadiri sekitar 3.000 peserta baik itu perusahaan global maupun para pimpinan negara.

"Perusahaan-perusahaan antara lainnya adalah yang akan hadir dari Microsoft, ByteDance, dari Coca-Cola, Dell, Meta, Visa, UBS, Dow, kemudian S&P, Kearney, Mitsubishi, Volkswagen. Perusahaan-perusahaan besar itu semua akan hadir. Dan sekitar 30-an ya kepala negara yang juga diundang," ungkapnya saat Coffee Morning Danantara, Jumat (9/1).

Nurul menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto termasuk daftar undangan WEF, sama halnya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dia berharap, kehadiran para pimpinan ini bisa menghimpun dialog dan narasi-narasi dari pelaku usaha, sesuai dengan tema yang dibawa WEF yaitu 'Spirit of Dialogue'.

"Mereka akan mendengarkan apa sih sebenarnya visi dari pimpinan-pimpinan negara ataupun pimpinan ekonomi tersebut ke depan. Sehingga pada akhirnya akan dijadikan suatu simpulan yang nanti bisa menjadi bahan yang dijadikan pertimbangan bagi pengambil keputusan yang ada di dunia ekonomi secara global," tutur Nurul.

Meski gelaran tersebut bisa menjadi wadah Indonesia meraup kesempatan investasi sebesar-besarnya, Nurul menyatakan bahwa pemerintah tidak menetapkan target investasi secara spesifik, bahwa tujuan utamanya adalah untuk membangun citra (image building).

"Saya tegaskan bahwa dari sisi strategi promosi investasi ini adalah satu tahapan awal yang objektifnya adalah image building. Kita tidak punya tujuan langsung untuk berpromosi investasi. Tapi kehadiran kita di sana adalah menunjukkan inilah wajah Indonesia," jelas Nurul.

Selain acara utama WEF, Indonesia akan kembali melaksanakan acara sampingan khusus untuk delegasi Indonesia yakni Indonesia Pavillion yang mewadahi pembicara-pembicara dari sektor ekonomi, serta Indonesia Night yang akan menunjukkan citra negeri kepada para CEO perusahaan global.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengatakan tahun ini merupakan kali pertama Danantara menghadiri perhelatan WEF. Sebab, terakhir kali WEF dilaksanakan yakni pada Januari 2025, sebelum Danantara terbentuk.

"Suatu kehormatan bagi kami, ini partisipasi Danantara pertama dalam WEF. Kita didirikan bulan Februari, terakhir WEF diadakan tahun lalu bulan Januari ya. Dan memang rekan-rekan di BKPM dan Kadin biasa bermitra dalam menghadapi penyelenggaraan WEF, bagi kami ini yang pertama," jelas Arief.

Menurutnya, Danantara melihat WEF sebagai ruang strategis untuk menjembatani kepentingan dan pembangunan nasional dengan perspektif akses ke modal global, di mana Danantara bisa membangun engagement secara strategis dan terstruktur.

"Ini juga upaya kami untuk memperkenalkan kita secara institusi ya di forum tersebut, bahwa kita memerlukan badan pengolahan investasi strategis nasional, dengan tata kelola yang baik dan kita bersiap sedia untuk menjadi mitra, mitra-mitra global yang ada nanti," katanya.

Arief menyebutkan, untuk menyiapkan partisipasi Danantara di WEF, pihaknya sudah berkoordinasi dengan intensif dengan Kadin Indonesia dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sejak pertengahan tahun lalu.

Dia juga menjelaskan, kehadiran Indonesia di WEF kali ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan juga dunia usaha. Danantara diberikan mandat untuk mendorong investasi strategis di Indonesia dan hadir sebagai platform investasi strategis negara tersebut.

Adapun sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Danantara tidak terpisahkan dengan Agenda Pembangunan Nasional, meliputi isu-isu transisi energi, ketahanan pangan, dan juga pengembangan industri yang bernilai tambah alias hilirisasi. Danantara juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang imperatif dalam penciptaan lapangan kerja, dan juga pertumbuhan inklusif.

"Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti di sana. Long term partnership dan kemungkinan adanya co-investments yang bisa kita explore di sana," jelas Arief.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jonatan Christie Lolos ke Semifinal Malaysia Open 2026 Usai Taklukkan Kodai Naraoka dalam Dua Gim
• 12 jam lalupantau.com
thumb
PP Muhammadiyah Bantah Ikut Terlibat Laporkan Pandji ke Polda Metro
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Khofifah Proyeksikan Jatim Mampu Produksi 5,4 Juta Ton Jagung pada 2026
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PDIP Bakal Gelar Rakernas, Bahas Persoalan Geopolitik sampai Krisis Ekologis
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Tebing 4 Meter Longsor Timbun 2 Bocah Kakak Adik di Bogor, Begini Kondisinya
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.