Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan menawarkan kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis kepada para investor global dalam Gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 yang diselenggarakan di Kota Davos, Swiss pada 19-23 Januari 2026.
Kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis yang akan ditawarkan oleh Danantara, di antaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah.
“Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami, yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan nasional. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan dan pengembangan industri yang bernilai tambah ya,” ujar Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara Jakarta, Jumat.
Arief memastikan bahwa Danantara akan fokus melakukan kerja sama investasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di tanah air.
“Kita tentu juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang sangat imperative dalam penciptaan lapangan kerja, dan juga pertumbuhan inklusif ya,” ujar Arief.
Ia mengungkapkan bahwa Danantara telah banyak menjalin kemitraan strategis dengan negara lain maupun Sovereign Wealth Fund (SWF) lain sepanjang tahun 2025, yang mana penyelenggaraan WEF akan menjadi peluang untuk menambah kemitraan strategis.
“Kita juga telah mengumumkan beberapa kemitraan strategis dengan partner-partner kami di negara lain (tahun 2025), termasuk peer institutions kami, Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain ya. Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti disana,” ujar Arief.
Menurut Arief, kehadiran Indonesia di WEF pada tahun ini akan memiliki kedekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, serta dunia usaha.
Ia menjelaskan bahwa Danantara akan berperan mendorong investasi strategis ke Indonesia, kemudian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertindak selaku koordinator kebijakan dan promosi investasi, sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebagai representasi sektor swasta.
“Kita harapkan sinergi ini memperkuat Indonesia dalam ekosistem yang kredibel untuk menjadi mitra jangka panjang bagi modal global,” ujar Arief.
Baca juga: Akademisi: Danantara fondasi agar ekonomi jangka panjang tidak rapuh
Baca juga: NEXT Indonesia: Kompleks Haji buka peluang penyerapan tenaga kerja RI
Baca juga: Danantara target Kompleks Haji Makkah tahap awal tampung 22.000 jemaah
Kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis yang akan ditawarkan oleh Danantara, di antaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah.
“Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami, yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan nasional. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan dan pengembangan industri yang bernilai tambah ya,” ujar Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara Jakarta, Jumat.
Arief memastikan bahwa Danantara akan fokus melakukan kerja sama investasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di tanah air.
“Kita tentu juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang sangat imperative dalam penciptaan lapangan kerja, dan juga pertumbuhan inklusif ya,” ujar Arief.
Ia mengungkapkan bahwa Danantara telah banyak menjalin kemitraan strategis dengan negara lain maupun Sovereign Wealth Fund (SWF) lain sepanjang tahun 2025, yang mana penyelenggaraan WEF akan menjadi peluang untuk menambah kemitraan strategis.
“Kita juga telah mengumumkan beberapa kemitraan strategis dengan partner-partner kami di negara lain (tahun 2025), termasuk peer institutions kami, Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain ya. Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti disana,” ujar Arief.
Menurut Arief, kehadiran Indonesia di WEF pada tahun ini akan memiliki kedekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, serta dunia usaha.
Ia menjelaskan bahwa Danantara akan berperan mendorong investasi strategis ke Indonesia, kemudian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertindak selaku koordinator kebijakan dan promosi investasi, sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebagai representasi sektor swasta.
“Kita harapkan sinergi ini memperkuat Indonesia dalam ekosistem yang kredibel untuk menjadi mitra jangka panjang bagi modal global,” ujar Arief.
Baca juga: Akademisi: Danantara fondasi agar ekonomi jangka panjang tidak rapuh
Baca juga: NEXT Indonesia: Kompleks Haji buka peluang penyerapan tenaga kerja RI
Baca juga: Danantara target Kompleks Haji Makkah tahap awal tampung 22.000 jemaah



