Belum Ada Laporan Orang Meninggal Akibat Virus Super Flu

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan super flu bukanlah virus baru, melainkan jenis influenza yang telah ada dan dikenal selama puluhan tahun.

Hal ini Budi katakan setelah di beberapa daerah melaporkan adanya penularan kasus virus super flu.

BACA JUGA: Ada 10 Kasus Super Flu di Jawa Barat, Puncaknya Oktober 2025

"Super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya. Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2, itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru," ujar Budi dikutip Sabtu (10/1).

Budi menuturkan langkah pencegahan super flu pada dasarnya sama seperti influenza pada umumnya, termasuk menjaga kebersihan dan menggunakan masker bila sedang sakit.

BACA JUGA: Waspada! Penularan Virus Super Flu Sangat Cepat  

Bahkan Budi menegaskan, hingga saat ini belum ada pasien yang meninggal dunia akibat terpapar virus super flu ini.

"Belum ada yang dilaporkan meninggal karena ini memang flu seperti yang biasa," ucapnya.

Dia mengatakan super flu berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru.

Karena virus influenza telah lama dikenal, terlebih daya tahan tubuh manusia terhadap virus tersebut juga sudah terbentuk.

"Kalau COVID itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah kenal," kata dia.

Budi menegaskan selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya tidak menimbulkan masalah serius.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat.

"Kalau kondisi badan kita sehat dan baik, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup, harusnya enggak ada masalah," ujarnya.

Influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut sebagai super flu telah terdeteksi masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Bahkan di Sulawesi Selatan, Yogyakarta dan Jawa Barat, dan Jawa Timur sudah melaporkan adanya kasus penularan dari virus super flu ini.

Virus H3N2 super flu ini berbahaya bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbidtas.

Kemudian penyakit jantung bawaan pada anak, kardiovaskular pada dewasa, penderita kanker, dan pasien dengan obat yang menekan imunitas.

Penderita super flu akan mengalami, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Rekomendasi Wisata Akhir Pekan di Jakarta, dari Pameran hingga Konser
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Alfi Kusuma, Peraih Emas di SEA Games Dihadiahi Naik Pangkat Jadi Letnan Satu
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Usai Ditelepon Prabowo, Menkeu Purbaya Pastikan TKD Aceh 2026 Tak Dipotong
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Perairan Pangkep Berisiko, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi dan Angin Kencang hingga 14 Januari
• 6 jam laluharianfajar
thumb
[FULL] Respons Menkeu Purbaya soal Pejabat Pajak Jakarta Utara Kena OTT KPK
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.