Namanya Melegenda di MotoGP, Marc Marquez Justru Tak Mau Anaknya Nanti Menjadi Seorang Pembalap

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Marc Marquez dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah MotoGP dengan segudang prestasi dan pengaruh global.

Namun, di balik status legendaris tersebut, Marquez justru memiliki pandangan berbeda soal masa depan keluarganya.

Dalam beberapa bulan terakhir, pembalap Ducati itu secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk segera menjadi seorang ayah.

Rider Ducati, Marc Marquez
Sumber :
  • Ducati Corse

Meski demikian, Marquez mengaku tidak berharap anaknya nanti mengikuti jejaknya di dunia balap motor profesional.

Alasannya bukan karena keraguan terhadap olahraga MotoGP, melainkan karena beban besar yang datang bersama nama Marquez.

Dalam sebuah wawancara, ia secara jujur mengungkapkan kekhawatiran tersebut dari sudut pandang seorang calon orang tua.

"Saya tidak akan menyukainya, Saya memikirkan mereka, dan saya tidak bisa tidak berkata, 'kasihan anak laki-laki atau perempuan itu'. Warisan saya akan menjadi beban yang besar." ujar Marquez.

Marquez menilai nama belakangnya justru bisa menjadi tekanan psikologis yang berat bagi seorang anak.

Ekspektasi publik dan perbandingan yang tak terhindarkan dinilainya berpotensi mengganggu kebebasan sang anak menentukan jalan hidup.

Pembalap asal Spanyol itu juga menyadari dirinya memiliki sifat protektif yang kuat terhadap orang-orang terdekat.

"Saya tidak tahu seberapa protektif saya nantinya, karena saya sangat suka melindungi." ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa memiliki nama besar tidak selalu membawa keuntungan dalam proses pembentukan karakter.

"Menyanggah nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Jelas mereka akan memiliki beberapa keuntungan, misalnya secara finansial." tambah Marc Marquez.

Namun menurut Marquez, kemudahan hidup juga memiliki sisi lain yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

"Mereka tidak akan kekurangan apa pun, tetapi jika Anda tidak kekurangan apa pun, Anda tidak akan memiliki rasa lapar yang sama."

Pernyataan ini menunjukkan sisi dewasa Marquez yang memandang kehidupan jauh melampaui lintasan balap MotoGP.

Bagi Marquez, kebahagiaan dan kebebasan anaknya kelak lebih penting daripada meneruskan warisan prestasi di dunia balap.

(akg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Kini Fokus Jerat Yaqut ke Persidangan dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming Getafe vs Real Sociedad di La Liga Besok Dini Hari
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Dahsyatnya Bencana tak Surutkan Antusiasme Berhaji, Pelunasan di Aceh dan Sumatera Lebihi Target
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dukung Pemulihan Pascabencana, Lion Parcel & Denny Sumargo Salurkan Bantuan ke Sumatra
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Penjelasan Panglima TNI soal Kenaikan Pangkat Lifter Rizki Juniansyah dari Letda jadi Kapten
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.