Oleh: Sri Gusni Febriasari, Sekjen Iluni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI & Founder Komunitas Sobat Sehat
AKHIR-akhir ini bencana hidrometeorologi terjadi di berbagai wilayah nusantara. Banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa, Barat, Jawa Tengah hingga Sulawesi Utara.
Pola ini tidak lagi bersifat insidental, melainkan berulang. Di balik rumah terendam dan akses jalan terputus, terdapat dimensi lain yang kerap luput dari perhatian utama, yakni dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam setiap bencana, respons awal hampir selalu terfokus pada evakuasi, distribusi bantuan logistik, serta penyediaan tempat pengungsian. Langkah-langkah tersebut krusial pada fase tanggap darurat. Namun, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kualitas pemulihan masyarakat pasca bencana sangat ditentukan oleh bagaimana isu kesehatan publik diposisikan sejak awal, bukan setelah situasi dinyatakan aman.
Aceh, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara menghadapi tantangan yang berbeda. Wilayah yang luas dan kondisi geografis yang beragam membuat akses layanan kesehatan pasca bencana tidak selalu merata. Di sejumlah daerah, puskesmas menjadi satu-satunya tumpuan pelayanan kesehatan primer.

