Berlin (ANTARA) - Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) akan menurunkan keamanan dan kemakmuran AS, kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC Simon Stiell pada Kamis (8/1).
"Di saat semua negara lain melangkah maju bersama, langkah mundur terbaru dari kepemimpinan global, kerja sama iklim, dan ilmu pengetahuan ini hanya akan merugikan ekonomi, pekerjaan, dan standar hidup AS, seiring kebakaran hutan, banjir, badai dahsyat, dan kekeringan menjadi semakin parah," ujar Stiell dalam sebuah pernyataan.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (7/1) menandatangani sebuah memorandum yang memerintahkan penarikan negaranya dari 66 organisasi internasional, termasuk kerangka kerja iklim PBB.
Stiell memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan membebankan biaya yang sangat tinggi pada rumah tangga dan bisnis Amerika.
"Ini berarti energi, makanan, transportasi, dan asuransi yang semakin tidak terjangkau bagi rumah tangga dan bisnis Amerika, seiring energi terbarukan menjadi semakin murah dibanding bahan bakar fosil, seiring bencana yang dipicu iklim menghantam tanaman, bisnis, dan infrastruktur Amerika dengan lebih keras setiap tahunnya, dan seiring volatilitas minyak, batu bara, dan gas memicu lebih banyak konflik, ketidakstabilan regional, dan migrasi paksa," ujarnya.
Stiell juga memperingatkan soal berkurangnya lapangan kerja di bidang manufaktur di Amerika, seiring "setiap perekonomian besar lainnya meningkatkan investasi energi bersihnya, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi."
"Di saat semua negara lain melangkah maju bersama, langkah mundur terbaru dari kepemimpinan global, kerja sama iklim, dan ilmu pengetahuan ini hanya akan merugikan ekonomi, pekerjaan, dan standar hidup AS, seiring kebakaran hutan, banjir, badai dahsyat, dan kekeringan menjadi semakin parah," ujar Stiell dalam sebuah pernyataan.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (7/1) menandatangani sebuah memorandum yang memerintahkan penarikan negaranya dari 66 organisasi internasional, termasuk kerangka kerja iklim PBB.
Stiell memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan membebankan biaya yang sangat tinggi pada rumah tangga dan bisnis Amerika.
"Ini berarti energi, makanan, transportasi, dan asuransi yang semakin tidak terjangkau bagi rumah tangga dan bisnis Amerika, seiring energi terbarukan menjadi semakin murah dibanding bahan bakar fosil, seiring bencana yang dipicu iklim menghantam tanaman, bisnis, dan infrastruktur Amerika dengan lebih keras setiap tahunnya, dan seiring volatilitas minyak, batu bara, dan gas memicu lebih banyak konflik, ketidakstabilan regional, dan migrasi paksa," ujarnya.
Stiell juga memperingatkan soal berkurangnya lapangan kerja di bidang manufaktur di Amerika, seiring "setiap perekonomian besar lainnya meningkatkan investasi energi bersihnya, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi."

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468653/original/088608400_1767966055-20260109_150015.jpg)



