JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Venezuela Arif Sumantri Harahap mengungkapkan arti Venezuela bagi Amerika Serikat (AS).
Seperti diberitakan, pemerintahan Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Dalam serangan tersebut, pasukan khusus AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores.
Trump menuding Maduro terkait dengan kartel narkoba. Namun, sebagian kalangan menilai Trump memiliki motif lain, termasuk minyak Venezuela.
Pada Selasa (6/1/2026), Trump bahkan secara terang-terangan menyebut soal minyak Venezuela dalam unggahan di media sosial Truth Social.
Baca Juga: Kim Jong-Un Diyakini Ogah Diculik Trump Seperti Maduro, Nuklir Jadi Senjata untuk Jamin Keselamatan
"Dengan senang hati saya mengumumkan otoritas interim di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi, yang terkena sanksi, kepada Amerika Serikat," tulisnya.
"Minyak ini akan dijual pada harga pasarnya, dan uangnya akan dikontrol oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!"
Cadangan minyak Venezuela, yang disebut terbesar di dunia, diyakini menjadi target Trump.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- venezuela
- amerika serikat
- nicolas maduro
- hugo chavez
- KUAI RI untuk Venezuela
- donald trump




