Penulis: Karrol Komalig
TVRINews, Siau
Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan instansi terkait menyediakan layanan kesehatan gratis bagi korban banjir bandang di pengungsian Museum Ulu, Siau. Langkah ini diambil untuk memantau kondisi kesehatan para pengungsi sekaligus mengantisipasi munculnya penyakit pasca-bencana.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, Alva Mangundap, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan sementara, mayoritas pengungsi mengalami luka ringan dan memar. Luka-luka tersebut disebabkan oleh benturan material saat banjir bandang melanda wilayah mereka.
Seluruh korban di lokasi pengungsian telah mendapatkan penanganan medis secara langsung dari petugas yang berjaga. Alva memastikan bahwa persediaan obat-obatan dan perlengkapan medis di posko kesehatan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan para pengungsi.
Pihak Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat guna menjamin pelayanan kesehatan berjalan maksimal selama masa darurat.
"Untuk pelayanan kesehatan bagi pengungsi, kami telah menyiagakan tim kesehatan di setiap posko. Di Museum Ulu ini, petugas rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan tanda vital setiap hari. Bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif, seperti luka serius, sudah dirujuk ke Puskesmas maupun Rumah Sakit Sawang," ujar Alva Mangundap.
Selain memberikan pengobatan gratis, petugas kesehatan aktif memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pengungsian yang padat.
Pemerintah Kabupaten Sitaro berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan medis hingga kondisi kesehatan para pengungsi pulih sepenuhnya dan situasi kembali kondusif.
Editor: Redaktur TVRINews





