Merahputih.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor SMCC-HK JO mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi Fase 2A segmen Glodok-Kota (CP 203) pada Sabtu (10/1). Langkah ini bertujuan untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan tersebut.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang skema lalu lintas melalui koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.
Baca juga:
Revitalisasi Kawasan Tua Jakarta Dimulai 2026, MRT Jadi Kunci Konektivitas
"Rekayasa ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya," ujar Rendy di Jakarta, Jumat (9/1).
Guna menjaga keamanan dan kenyamanan publik, MRT Jakarta memasang rambu lalu lintas, marka jalan, hingga lampu penerangan tambahan di sepanjang area kerja.
MRT Jakarta turut menyampaikan permohonan maaf atas gangguan mobilitas yang mungkin muncul selama masa konstruksi. Dukungan masyarakat sangat diharapkan demi percepatan penyelesaian proyek strategis nasional ini.
"PT MRT Jakarta (Perseroda) berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," imbau Rendy.
Perubahan arus lalu lintas tersebut meliputi:
A. Stasiun Kota: Tahap 7 – Periode 10 Januari hingga 15 Juli 2026
• Area konstruksi akan berada di area persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, dengan cakupan pekerjaan, antara lain: pekerjaan struktur bawah tanah stasiun dan pintu masuk (entrance) disertai dengan pekerjaan arsitektur dan MEP pada tahap selanjutnya.
• Rekayasa lalu lintas (dua arah)
Penggunaan badan jalan (lalu lintas) di arah utara Jalan Pintu Besar Selatan yang sebelumnya menggunakan di sisi barat, akan dialihkan ke sisi timur, dengan konfigurasi satu jalur ke arah selatan dan satu jalur ke arah utara, hanya diberlakukan untuk Transjakarta, penghuni, dan konsumen toko di jalan Pintu Besar Selatan. Namun jika terjadi kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Pancoran, maka Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk umum secara situasional.
• Pada sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan terbatas untuk kendaraan kecil bagi penghuni dan pengunjung toko, dari arah selatan menuju ke utara.
• Di area persimpangan Jalan Asemka, yaitu lintas atas (fly over) menuju arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan dampak area pekerjaan. Konfigurasi jalan yang sebelumnya 3 lajur dari arah barat, akan menjadi 2 lajur di area persimpangan.
• Di area persimpangan menuju Jalan Asemka, yaitu lintas atas (fly over) dari arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan, dan arah laju kendaraan akan bergeser sedikit ke arah kanan median jalan di area persimpangan.
Baca juga:
Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2A Harmoni-Mangga Besar Dimulai, Cek Rute Terbarunya
B. Stasiun Glodok: Tahap 3.2 – Periode 21 September 2025 hingga 13 Juli 2026
Pada area rencana pembangunan Stasiun Glodok, pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas tetap dilaksanakan dengan konfigurasi lalu lintas pada tahap 3.2, di mana lalu lintas untuk kedua arah menggunakan Jalan Gajah Mada (contraflow).
Stasiun Glodok dan Kota merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203, bersama dengan pembangunan terowongan sepanjang 690 m, dengan total panjang jalur sekitar 1,4 kilometer, mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468603/original/008030200_1767961714-InShot_20260109_180836529_1_.jpg)


