450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Diangkut, Masih Tersisa 1.300 Ton

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur memastikan telah mengangkut sekitar 450 ton sampah dari kawasan Pasar Induk Kramat Jati pada hari pertama pembersihan.

Sampah tersebut merupakan bagian dari tumpukan besar yang selama beberapa waktu terakhir menumpuk di area pasar.

Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, mengatakan seluruh sampah yang diangkut pada tahap awal itu dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Baca juga: Usai Kebakaran, Pedagang Pepaya dan Pisang Pasar Induk Kramat Jati Sudah Direlokasi

"Sekitar 450 ton sampah sudah diangkut oleh personel gabungan di Pasar Induk Kramat Jati pada hari pertama kemarin, dibawa ke Bantargebang," ungkap Dwi Firmansyah melalui keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=pembersihan sampah, tpst bantargebang, Armada Pengangkut Sampah, sampah Pasar Induk Kramat Jati&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8xNzI5NTY1MS80NTAtdG9uLXNhbXBhaC1wYXNhci1pbmR1ay1rcmFtYXQtamF0aS1kaWFuZ2t1dC1tYXNpaC10ZXJzaXNhLTEzMDAtdG9u&q=450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Diangkut, Masih Tersisa 1.300 Ton§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Dwi menjelaskan, proses pengangkutan melibatkan total 20 armada truk. Armada tersebut terdiri atas kendaraan milik Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, delapan unit bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta, serta empat unit dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas LH DKI Jakarta.

"Rencana awal ada 23 truk, tetapi yang beroperasi hanya 20 armada karena tiga mengalami kendala teknis, total 31 rit pengangkutan. Sebagian truk mampu melakukan dua rit," ujar Dwi.

Meski ratusan ton sampah telah diangkut, Dwi menyebutkan, masih terdapat sekitar 1.300 ton sampah yang belum tertangani. Proses pembersihan pun akan dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.

"Masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah, kegiatan pembersihan dilanjutkan kembali hari ini dan ditargetkan rampung pada Minggu lusa," ungkapnya.

Baca juga: Usai Kebakaran, Struktur Kios Buah Pasar Induk Kramat Jati Diuji Kelaikannya

Targetkan selesai dalam sepekan

Sebelumnya, pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menargetkan pengangkutan seluruh tumpukan sampah di kawasan pasar dapat diselesaikan dalam waktu satu pekan.

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta untuk menangani persoalan penumpukan sampah tersebut.

"Jadi kami kemarin sudah juga koordinasi dengan beberapa teman LH untuk kemudian kita berkomitmen satu minggu ke depan, target kita penumpukan sampah yang ada di belakang ini bisa kita lakukan pengempesan," ungkap Agus.

Agus menjelaskan, penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati terjadi akibat keterbatasan armada pengangkut sampah yang tersedia setiap harinya.

"Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah kita yang ada ini, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin itu hanya sekitar 8 (armada)," ungkap Agus.

Ia menambahkan, keterbatasan armada tersebut disebabkan oleh sejumlah kendala teknis, termasuk kerusakan pada kendaraan pengangkut sampah.

"Kemarin sudah sempat diskusi memang ada beberapa kendala, ya termasuk apa namanya, kendala akan rusaknya armada dan lain sebagainya," tutur Agus.

Baca juga: Kala Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati Lebih Tinggi dari Alat Pengangkut

Pengangkutan sudah dimulai

Diberitakan sebelumnya, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Jakarta sejak Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut. Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Kondisi tersebut berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya satu alat berat yang terlihat beroperasi di lokasi. Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan. Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga membuang sampah di kawasan tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
17 Kabupaten/Kota Ajukan Usulan Infrastruktur Pascabencana ke Pemerintah Pusat
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Kuota Haji!
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Jadi Tersangka, Ini Peran Mantan Stafus Yaqut Cholil Qoumas di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Singkirkan Mali dengan 10 Pemain, Gol Iliman Ndiaye Antar Senegal ke Semifinal Piala Afrika 2025
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Terjang Banjir, Rumah BUMN Pertamina Salurkan Bantuan ke Lok Baintan Dalam, Kalsel
• 12 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.