Donasi terus mengalir untuk pembangunan Masjid Al-Huda di Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Masjid tersebut sebelumnya telah dirobohkan warga, namun ditinggal donatur yang sempat menjanjikan.
Hingga Jumat (9/1), total donasi yang terkumpul diperkirakan telah menembus Rp 1 miliar.
“Mungkin saat ini hampir Rp 1 miliar sampai sore ini,” kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Huda, Budi Antoro, Jumat (9/1).
Budi menyebut, donasi datang dari berbagai kalangan, baik berupa material bangunan maupun uang tunai dengan nominal besar.
“Ada dari pejabat, ada Bu Kapolres, ada juga dari kalangan bawah. Semuanya hampir merata,” ujarnya.
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap pengerjaan talud dan akan dilanjutkan dengan pembuatan cakar ayam. Talud ditargetkan rampung pada akhir bulan ini.
“Kalau besok pagi alat berat sudah datang, kemungkinan sudah bisa dilakukan pengerukan untuk calon cakar ayam,” katanya.
Peletakan Batu Pertama FebruariIa menambahkan, peletakan batu pertama direncanakan pada 2 atau 3 Februari mendatang.
“Rencana tanggal 2 atau 3 Februari peletakan batu pertama,” bebernya.
Sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), pembangunan Masjid Al-Huda membutuhkan dana sekitar Rp 1,8 miliar.
“Pokoknya kita berjalan terus sampai finishing, sampai selesai. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” kata Budi.
Peristiwa ini bermula pada November lalu. Warga berencana merenovasi Masjid Al-Huda yang telah berdiri sejak 1984. Saat itu, datang dua orang, masing-masing berinisial AS dari Pedukuhan Gatak, Kalurahan Gari, dan H dari Kapanewon Ngawen.
Menurut warga, H mengaku memiliki akses ke sebuah yayasan yang bersedia menjadi donatur, dengan syarat masjid harus dirobohkan terlebih dahulu.
Namun, setelah masjid dirobohkan, warga mencoba mengonfirmasi ke yayasan yang disebut berada di Tangerang serta kepada tokoh yang diklaim akan memberikan donasi. Hasilnya, pihak yayasan maupun tokoh tersebut mengaku tidak mengetahui rencana donasi tersebut.
Meski demikian, warga memilih mengikhlaskan kejadian itu dan tidak membawanya ke ranah hukum. Mereka kemudian bergotong royong melanjutkan pembangunan masjid, termasuk dengan mencari donatur baru.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/1013060/original/012701700_1444211819-490007862.jpg)


