Penulis: Riky Rinovsky
TVRINews, Natuna
Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berhasil mengembangkan padi gogo di Desa Sebadai Ulu sebagai upaya mendukung ketahanan pangan daerah. Langkah ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik lahan spesifik.
Pengembangan padi gogo tersebut ditandai dengan panen simbolis yang dilakukan Wakil Bupati Natuna, Jarmin, bersama pihak terkait. Padi gogo tersebut ditanam di lahan seluas dua hektare yang berlokasi di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Padi gogo tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bedung Lestari Desa Sebadai Ulu dengan menggunakan alokasi anggaran desa. Berdasarkan hasil panen tersebut, produksi gabah diperkirakan mampu mencapai sekitar empat ton per hektare atau setara dengan dua ton beras per hektare.
Wakil Bupati Natuna Jarmin mengatakan, hasil panen padi gogo tersebut menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut di masa mendatang.
“Hasil produksi dari lahan ini sudah maksimal dan sangat menjanjikan. Ke depan, produksi masih bisa ditingkatkan apabila didukung dengan sarana dan prasarana pertanian yang memadai,” ujar Jarmin dalam keterangannya dikutip pada Jumat, 9 Januari 2026.
Menurutnya, padi gogo merupakan alternatif yang sangat tepat untuk dikembangkan di wilayah Natuna karena keunggulannya yang dapat ditanam di lahan kering serta hanya mengandalkan air hujan.
“Padi gogo ini cocok untuk kondisi wilayah kita. Selain mendukung ketahanan pangan, juga memanfaatkan lahan kering yang selama ini belum optimal,” tambahnya.
Selain di Desa Sebadai Ulu, penanaman padi gogo juga telah dilakukan di wilayah Serasan dengan luas tanam mencapai 10 hektare serta di Bunguran Tengah seluas empat hektare. Program penanaman ini merupakan bagian dari inisiatif program Kementerian Pertanian.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Natuna saat ini belum dapat memberikan bantuan berupa pupuk maupun peralatan pertanian karena lahan tersebut dikelola langsung secara mandiri oleh BUMDes. Namun, pemerintah daerah memastikan tetap hadir memberikan dukungan melalui pendampingan teknis.
“Kami memang tidak bisa memberikan bantuan sarana produksi karena dikelola BUMDes, tetapi pemerintah tetap hadir dengan menurunkan penyuluh pertanian mulai dari pembukaan lahan, penanaman, perawatan hingga panen,” kata Jarmin.
Pengembangan padi gogo ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperkuat kedaulatan pangan daerah secara berkelanjutan dan mandiri.
Editor: Redaktur TVRINews





