tvOnenews.com - Jay Idzes tak mampu banyak membantu Sassuolo saat menghadapi Juventus pada pekan ke-19 Serie A 2025/2026.
Bermain di kandang sendiri, MAPEI Stadium, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB, tim berjuluk I Neroverdi harus mengakui keunggulan Bianconeri dengan skor telak 0-3. Hasil ini menjadi pukulan bagi Sassuolo yang tengah berusaha menjaga posisi aman di papan tengah klasemen.
Kekalahan tersebut juga terasa pahit bagi Jay Idzes secara personal. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia itu kembali dipercaya sebagai starter, namun satu kesalahan fatalnya justru berujung gol tambahan bagi Juventus.
Di tengah performa Sassuolo yang menurun, momen ini membuat Idzes menjadi sorotan media Italia, meski secara keseluruhan ia tetap menunjukkan kontribusi penting di lini belakang.
Blunder Jay Idzes yang Jadi Sorotan Media Italia
Dalam laga melawan Juventus, Jay Idzes tampil selama 89 menit sebelum digantikan Cas Odenthal. Berdasarkan catatan Fotmob, pemain berusia 25 tahun itu mencatatkan sembilan aksi bertahan, melepaskan 47 umpan dengan tingkat akurasi mencapai 79 persen.
Namun, satu kesalahan di babak kedua membuat penampilannya ternodai. Momen krusial itu terjadi pada menit ke-63. Setelah Sassuolo kebobolan gol kedua dari Fabio Miretti di menit ke-62, konsentrasi tim tuan rumah terlihat menurun.
Jay Idzes yang menguasai bola di sisi kiri lapangan mencoba melakukan back pass ke kiper Arijanet Muric saat berada dalam tekanan Jonathan David.
Sayangnya, umpan tersebut terlalu lemah. Jonathan David dengan cepat memotong bola dan menuntaskannya menjadi gol ketiga Juventus. Aksi ini langsung mendapat perhatian dari media lokal Sassuolo News.
“Dia menodai penampilan yang cukup baik, di mana dia masih berhasil menunjukkan beberapa hal bagus, dengan kesalahan fatal pada gol ketiga yang membuka peluang bagi David, yang sudah lama tidak mencetak gol, dan sepertinya harus mentraktirnya makan malam,” tulis Sassuolo News dalam ulasannya.
Meski begitu, Jay bukan satu-satunya pemain yang tampil buruk. Rekannya, Tarik Muharemovic, bahkan mendapat nilai lebih rendah, yakni 4,5, setelah mencetak gol bunuh diri saat mencoba menghalau tembakan Pierre Kalulu.




