China Menggila, Serangan Penuh Ditujukan ke Amerika

cnbcindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita
Foto: Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok peretas asal China dilaporkan telah mengakses email staf komite-komite strategis di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui insiden tersebut.

Kelompok peretas yang disebut Salt Typhoon disebut berhasil menembus sistem email milik staf Komite DPR untuk Urusan China serta pembantu di komite yang menangani urusan luar negeri, intelijen, dan layanan bersenjata. Laporan tersebut tidak merinci nama-nama staf yang menjadi target, demikian dikutip dari Reuters, Jumat (9/1/2026).


Pilihan Redaksi
  • Kala Kiamat Buka Harta Karun Greenland, Diintai Trump-Emas Beku Dunia
  • Gudang Mineral Dunia Bernama Greenland, Pantas Diincar Trump

Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan itu secara independen. Juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu, menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi tanpa dasar. Sementara itu, FBI menolak berkomentar, dan Gedung Putih serta kantor empat komite terkait belum menanggapi permintaan klarifikasi.

Sumber Financial Times menyatakan hingga kini belum jelas apakah email para anggota Kongres juga berhasil diakses dalam insiden yang terdeteksi pada Desember lalu.

Selama ini, anggota parlemen AS dan para staf yang membidangi pengawasan terhadap militer dan intelijen menjadi sasaran utama operasi spionase siber. Laporan dugaan peretasan terhadap infrastruktur komunikasi legislatif muncul secara berkala.

Pada November lalu, sejumlah kantor Senat diberitahu mengenai insiden siber terpisah, di mana peretas diduga mengakses komunikasi antara Congressional Budget Office dan beberapa kantor Senat. Pada 2023, Washington Post juga melaporkan dua anggota senior Kongres menjadi target operasi peretasan yang dikaitkan dengan Vietnam.

Salt Typhoon dikenal sebagai kelompok yang mengguncang komunitas intelijen AS. Mereka diduga bekerja untuk intelijen China dan mengincar data komunikasi telepon serta percakapan yang disadap, termasuk percakapan pejabat senior pemerintah AS.

China secara konsisten membantah terlibat dalam praktik spionase tersebut.

Awal tahun lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada peretas yang diduga bernama Yin Kecheng dan perusahaan Sichuan Juxinhe Network Technology karena dianggap terkait dengan operasi Salt Typhoon.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tiktok di Amerika Serikat Resmi Diakuisisi!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penumpang Pelabuhan Gilimas dan Kedaro Lembar Capai 21.650 Orang selama Nataru
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Ruas Jalan di Jaksel Direkayasa karena Proyek Tata Air, Ini Daftarnya
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Hasil Maroko vs Kamerun: Skor 2-0, Gol Brahim Diaz dan Saibari Bawa Timnas ke Semifinal AFCON 2025
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ini Penjelasan Geologi Penyebab Sinkhole di Sumbar
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Danantara Serah Terimakan 600 Unit Huntara, WIKA Dukung Pemulihan Aceh Tamiang
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.