Angka Kemiskinan Turun, Penerima Bansos di Kota Bandung Ikut Berkurang

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bandung: Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Bandung pada 2025 tercatat mengalami penurunan. Kondisi ini sejalan dengan menurunnya angka kemiskinan serta penerapan basis data baru penerima bantuan, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang dinilai lebih akurat dan komprehensif.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan penyesuaian jumlah penerima bansos dilakukan seiring pemutakhiran data dan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Penggunaan DTSEN membuat data penerima bantuan lebih akurat karena dinilai secara komprehensif,” ujar Yorisa di Bandung, Jumat, 8 Januari 2026.

Baca Juga :

Mensos: Menurunkan Kemiskinan Butuh Keakuratan Data
Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Bandung, Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2025 menjangkau 34.811 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako diterima oleh 75.978 KPM.

Selain itu, Bantuan Stimulus Ekonomi Triwulan II disalurkan kepada 78.362 KPM. Adapun Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan Rakyat (BLT Subsidi Kesra) yang diberikan pada Triwulan IV selama tiga bulan menjangkau 146.032 keluarga penerima manfaat.

“Jumlah tersebut merupakan penerima bansos yang ditetapkan sesuai ketentuan dan basis data pada masing-masing program,” kata Yorisa.

Yorisa menjelaskan, penetapan penerima bansos 2025 mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Saat ini, DTSEN masih dalam tahap pemutakhiran dan verifikasi oleh pendamping program di lapangan, dengan dukungan satuan tugas verifikasi dan validasi data.

“Proses pemutakhiran terus berjalan agar data benar-benar sesuai kondisi riil masyarakat,” sahut Yorisa.

 Ilustrasi paket sembako di Kota Bandung. (Metrotvnews.com/Roni K)

Ia menuturkan, berkurangnya jumlah penerima bansos disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya penurunan angka kemiskinan di Kota Bandung yang berdampak pada berkurangnya kuota bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Selain itu, terjadi peningkatan desil kesejahteraan sebagian KPM. Keluarga yang sebelumnya berada pada desil 1 hingga 5 kini naik ke desil 6 hingga 10, sehingga tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.

“Hasil evaluasi juga menemukan adanya KPM yang tidak memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Ini menjadi pertimbangan dalam penetapan penerima berikutnya,” beber Yorisa.

Baca Juga :

Bansos Cair di Januari 2026! Cek Daftar Lengkapnya
Terkait pemasangan papan atau stiker identitas penerima bansos, Yorisa menyebut kebijakan tersebut pernah diterapkan pada 2021. Namun hingga kini belum diberlakukan kembali karena masih berada dalam masa transisi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke DTSEN.

“Tingkat perubahan data masih cukup tinggi sehingga penerima belum bisa ditetapkan secara final,” sambung Yorisa.

Yorisa menambahkan, peralihan dari DTKS, P3KE, dan Regsosek ke DTSEN menjadi perubahan mendasar dalam penetapan penerima bansos. Melalui DTSEN, penilaian tidak hanya berbasis tingkat kemiskinan, tetapi kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh melalui sistem pendesilan.

“Penerima bantuan adalah KPM yang berada pada desil 1 sampai 5, dengan memperhatikan kelengkapan administrasi kependudukan dan komponen penerima PKH,” sahut Yorisa.

Ia menegaskan DTSEN akan menjadi satu-satunya acuan penentuan bantuan sosial ke depan. “Semua kembali pada data DTSEN sebagai dasar penyaluran bansos agar tepat sasaran,” tegas Yorisa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sabtu Malam, Kepulauan Talaud Sulut Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 7,1
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Komdigi Bertindak Tegas, Aplikasi Grok Dihentikan Sementara
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Ratusan Relawan Bersihkan Sampah Pantai Kedonganan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Tangkap 2 Pelaku Penusukan Pria di Kemang Jaksel
• 11 jam laludetik.com
thumb
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.