REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING, – Kementerian Luar Negeri China menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengklaim bahwa Presiden Xi Jinping tidak akan berupaya mengambil alih Taiwan selama masa jabatannya. Pernyataan ini disampaikan setelah Trump mengungkapkannya dalam wawancara dengan The New York Times.
"Isu Taiwan sepenuhnya merupakan urusan dalam negeri China. Cara penyelesaiannya adalah urusan rakyat China sendiri dan tidak mentoleransi campur tangan pihak luar," ungkap Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers di Beijing, Jumat. Mao menegaskan bahwa "Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China".
Trump sebelumnya menyatakan bahwa Xi mungkin akan mengambil tindakan setelah masa jabatannya berakhir, tetapi dia merasa Xi tidak akan melakukannya selama dirinya menjadi presiden. Dalam wawancara tersebut, Trump menambahkan bahwa ia telah menyampaikan kepada Xi bahwa ia akan sangat tidak senang jika hal itu terjadi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});Penjualan Senjata AS ke Taiwan
Di tengah ketegangan tersebut, AS diketahui telah menyetujui penjualan senjata dan peralatan militer kepada Taiwan senilai lebih dari 11 miliar dolar AS (sekitar Rp183,9 triliun) pada 17 Desember 2025. Paket senjata tersebut mencakup delapan sistem persenjataan, termasuk High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) dan rudal antitank Javelin, seperti diinformasikan oleh Defense Security Cooperation Agency (DSCA).
Paket ini juga mencakup 82 unit HIMARS, lebih dari 1.000 rudal Javelin, serta 60 sistem howitzer swagerak dengan nilai lebih dari 4 miliar dolar AS (Rp66,9 triliun). Penjualan senjata ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan Taiwan dalam menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Respons China terhadap Penjualan Senjata
China merespons tindakan ini dengan latihan militer di sekitar Pulau Taiwan pada 29 Desember 205 sebagai peringatan keras terhadap kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan" dan intervensi eksternal. Selain itu, China juga menjatuhkan sanksi terhadap 20 perusahaan militer AS dan 10 petinggi korporasi terkait penjualan senjata ke Taiwan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




