Dibongkar Anies, Pramono Ingin Bangun Kembali JPO Sarinah

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pempro) DKI Jakarta akan membangun kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.

“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan, kemudian kenapa diadakan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Jakarta Selatan, Jumat.

Baca Juga :
Pemprov Jakarta Kumpulkan Rp 3,1 Miliar Donasi Masyarakat untuk Korban Bencana di Sumatera saat Malam Tahun Baru
Pramono Minta Penjualan Tiket Planetarium Tak Hanya Online: 50 Persen Dijual Langsung

Pramono menilai, JPO tersebut masih dibutuhkan oleh kaum disabilitas untuk membantu mereka menyeberangi jalan dengan aman.

Kendati demikian, Pramono mengaku memahami adanya pro kontra yang terjadi jika JPO tersebut diaktivasi kembali.

Salah satu komentar yakni dari kelompok pejalan kaki yang ingin penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui "pelican crossing".

Pelican crossing adalah fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki yang dilengkapi lampu lalu lintas dan tombol khusus.

Menanggapi hal itu, Pramono memastikan fasilitas itu tidak akan ditutup sehingga warga tetap bisa menyeberang di bawah, sementara JPO disediakan sebagai pilihan lain.

“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat. Jalan kaki di bawah tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap, semua tak ada yang ditutup,” ujar Pramono.

Pramono menyebut keputusan terkait JPO Sarinah sebenarnya sudah dibahas sejak era gubernur sebelumnya.

Namun sebagai pemimpin Jakarta, Pramono mengatakan dirinya bertanggung jawab untuk hal itu.

“Urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu tetapi saya sebagai Gubernur sekarang, saya bertanggung jawab untuk itu,” kata Pramono.

JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Jakarta. Pada 2022, JPO ini dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Saat itu, penutupan dilakukan dengan alasan penataan kota dan estetika, agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI menerapkan "pelican crossing" yang dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia dan ibu hamil.

Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali mengkaji keberadaan JPO Sarinah dengan mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan semua pengguna jalan. (Ant)

Baca Juga :
Pramono Bantah Ada Calo Tiket Planetarium
Manajemen Pastikan Operasional Sarinah Tetap Berjalan Normal usai Kebakaran
Malam-malam Gedung Sarinah Terbakar, Ini yang Terjadi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi Pascabanjir dan Longsor di Sumatra
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tak Hanya Yaqut, KPK Juga Tetapkan Gus Alex Tersangka Kasus Kuota Haji
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Diduga Lakukan Penipuan Tes Penerimaan Akpol, Adly Fairuz Digugat Perdata
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Jelang Duel Panas Lawan Persib, Persija Hadirkan Terobosan Baru di Luar Lapangan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Megaproyek Arab Saudi Bernilai Rp 45 Triliun, Terbesar di Dunia
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.