Tiga WNI Berhasil Dievakuasi dari Pulau Sokotra Yaman setelah Terjebak Akibat Penutupan Wilayah Udara

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) berhasil mengevakuasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya terjebak di Pulau Sokotra, Yaman, akibat penutupan wilayah udara oleh otoritas Arab Saudi.

Ketiga WNI tersebut mengalami kesulitan untuk kembali ke Indonesia karena terbatasnya akses keluar masuk dari pulau tersebut dan tidak adanya penerbangan yang beroperasi sejak akhir Desember.

Evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif antara Kemlu RI dan perwakilan RI di kawasan Timur Tengah, yaitu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Riyadh, dan Abu Dhabi, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

Selain itu, dukungan dari otoritas Arab Saudi dan Yaman turut memperlancar proses pemulangan ketiga WNI tersebut.

"Pada hari ini ketiga WNI tersebut pada pukul 10.30 waktu setempat telah diterbangkan dari Pulau Sokotra menuju Jeddah untuk transit, dan akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia pada pukul 17.30 waktu setempat," ungkap Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam rekaman video yang disampaikan dari Jakarta pada hari Jumat.

Kronologi Evakuasi dan Kondisi WNI

Plt. Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, sebelumnya menyampaikan bahwa ketiga WNI tersebut terjebak di Pulau Sokotra karena wilayah udara di Yaman ditutup oleh Arab Saudi.

Penutupan itu dilakukan menyusul serangan militer terhadap pelabuhan Makala, Yaman, pada tanggal 30 Desember 2025.

Ketiga WNI masuk ke Pulau Sokotra dengan menggunakan jasa operasi wisata tur Sokotra yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), dan tidak dapat keluar dari wilayah tersebut karena tidak adanya penerbangan.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, memastikan bahwa ketiganya kini dalam kondisi baik setelah proses evakuasi.

Imbauan untuk WNI yang Bepergian ke Luar Negeri

Kemlu RI mengimbau seluruh WNI yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri agar selalu memperhatikan dan mematuhi imbauan perjalanan dari pemerintah.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan serta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika bepergian ke wilayah yang rawan atau memiliki risiko keamanan tinggi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
HM Sampoerna Raih Outstanding Contribution To The National Economy
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Boiyen Kepergok Nangis di Hari Ulang Tahun, Keberadaan Rully Anggi Jadi Sorotan di Tengah Kasus Dugaan Penipuan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
• 22 jam lalusuara.com
thumb
5 Hal soal Gus Yaqut dan Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Korupsi Haji
• 10 jam laludetik.com
thumb
Patah Tumbuh Hilang Berganti Bisnis Kopi yang Menolak Mati
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.