Pramono Minta Pasar Jaya Segera Bereskan Masalah Sampah di Pasar Kramat Jati

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Pasar Jaya menyelesaikan persoalan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Dia meminta agar sampah-sampah segera diangkut.

"Jadi saya sudah meminta kepada Pasar Jaya, Bapak Dirut, untuk segera menyelesaikan itu. Segera untuk diselesaikan," kata Pramono setelah meninjau Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Pedagang Sebut Sampah di Pasar Kramat Jati Bikin Sepi Pembeli, Omzet Merosot

Pramono mengatakan, pada 2025, Pemprov DKI Jakarta sudah menambah pengadaan truk sampah 100 unit lebih. Dia menyampaikan tak ada alasan sampah tidak terangkut.

"Kemarin kita sudah mengadakan truk tambahan hampir 100 truk lebih di tahun 2025 kemarin," ucapnya.

"Ya untuk Bantargebang, untuk Rorotan, dan termasuk untuk yang, apa, di Kramat Jati. Nggak ada alasan untuk tidak ditangani," lanjutnya.

Pihak pengelola Pasar Induk Kramat Jati menyebut tumpukan sampah terjadi sejak November 2025. Sampah itu terdiri atas sampah organik.

"Jadi memang penumpukan ini terjadi satu bulan belakangan ya. Kira-kira itu di bulan November dan Desember," kata Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: DLH DKI Kerahkan 13 Truk-10 Tronton Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Agus menyebut salah satu penyebab sampah menumpuk ialah berkurangnya truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dia mengatakan biasanya ada 15 truk yang dikerahkan, tapi saat itu hanya ada delapan delapan truk yang bisa digunakan.

"Belakangan di bulan terakhir ini pengiriman armada itu hanya sekitar tujuh-delapan armada. Nah, oleh karenanya, terjadi deposit sampah," sebut Agus.

Dia mengatakan aktivitas pedagang Pasar Induk Kramat Jati berjalan 24 jam setiap hari. Dia menyebut aktivitas di pasar tersebut menghasilkan 120 hingga 150 ton sampah.

"Sampah kita ini sebenarnya sampah organik. Ketika tidak diangkut 2-3 hari, akan terjadi pembusukan. Inilah kemudian yang menyebabkan ketidaknyamanan karena bau. Ya, yang dirasakan oleh baik para pedagang maupun masyarakat yang ada di sekitar," tutur Agus.

Baca juga: Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Terangkut 5 Hari

Bau Sampah Dikeluhkan Warga

Sebelumnya, warga mengeluhkan bau busuk yang ditimbulkan gunungan sampah tersebut. Warga berharap gunungan sampah itu segera diangkut.

"Wah, sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," kata salah satu warga RT 03 RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Roni, dilansir Antara, Kamis (8/1).

Dia mengatakan bau menyengat biasanya muncul ketika sampah sedang dibongkar atau saat musim hujan. Dalam beberapa waktu terakhir, katanya, tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk terlihat menggunung.

Simak juga Video Gunungan Sampah di Pasar Tangsel Diangkut, Eh Muncul Tumpukan Baru




(dek/idn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirut Bulog Sebut Stok Beras 3,35 Juta Ton Aman Hingga Idul Fitri 2026
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rachmat Tent Dukung Kenyamanan dan Keamanan Event di Palu Lewat Sewa Tenda Roder
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Situasi Rumah Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas usai Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Dijaga Ketat
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Pascajatuh Mahathir Mohamad Jalani Fisioterapi Tanpa Pembedahan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Sebut OTT Pejabat Pajak Terkait Pajak Perusahaan Tambang
• 6 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.