Cara makan bubur diaduk dan tidak masih menjadi perdebatan banyak orang.
Masyarakat terbagi menjadi dua kubu dalam menikmati santapan tersebut. Bubur ayam menjadi salah satu menu makanan yang nikmati disantap untuk makan pagi atau sarapan. Namun, tak jarang bubur dikonsumsi saat sore hari.
Menu itu memiliki jenis yang beragam mulai dari bubur ayam Cirebon, Bandung, Cianjur, Betawi, hingga bubur ayam kekinian dengan tambahan topping seperti keju atau kornet.
Umumnya bubur ayam memiliki topping seperti ayam suwir, cakwe, daun bawang, kacang atau kedelai goreng, daun bawang, bawang goreng, sate-satean dan dilengkapi dengan kerupuk.
Beberapa orang suka memakan bubur dengan cara menyampur seluruh topping lalu disantap. Tapi yang lainnya lebih suka memakan bubur terpisah atau tidak dicampur dengan cara mengambil sedikit demi sedikit topping lalu dimakan.
Terlepas dari perdebatan itu, ternyata cara memakan bubur yang diaduk atau tidak bisa mencerminkan kepribadian seseorang lo. Berikut penjelasannya.
Kepribadian Orang Makan Bubur Ayam DicampurMereka yang suka memakan bubur ayam diaduk disebut sebagai orang yang ramah. Mereka dinilai mudah bersosialisasi dan gampang berhubungan baik dengan banyak orang.
Tim ini juga tidak pandang bulu dalam berteman karena mereka tidak pernah melihat seseorang dari penampilannya. Maka tak heran mereka dikenal memiliki banyak teman. Berikut detail kepribadiannya:
- Suka kebebasan
- Cuek tapi pede
- Ramah
- Mudah bergaul
- Gampang jatuh cinta
Sementara tim yang tidak suka makan bubur ayam dicampur adalah sosok orang yang suka memperhatikan hal-hal kecil di sekitarnya. Tim ini biasanya orang yang sangat terendana.
Mereka rapi dan teratur dalam melakukan segala hal. Tim ini juga dikenal disiplin karena suka dengan situasi yang membuatnya aman dan nyaman. Mereka tidak suka apda perubahan yang terjadi secara spontan. Berikut detail kepribadiannya:
- Detail dalam pekerjaan
- Disiplin
- Perfeksionis
- Orangnya tertutup
- Suka dengan ketertiban




