Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Magelang
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter jika dibandingkan dengan standar global. Saat ini, rasio dokter di Tanah Air baru sekitar 0,6 per 1.000 penduduk, jauh di bawah rata-rata dunia yang mencapai sekitar 1,76 per 1.000 penduduk.
Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, Budi memperkirakan Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 280 ribu hingga 300 ribu dokter agar dapat mengejar rasio ideal.
“Dengan kondisi saat ini, kita masih kekurangan ratusan ribu dokter untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan,”kata Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Januari 2026.
Menurutnya, penguatan pendidikan kedokteran menjadi salah satu kunci utama untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Peningkatan jumlah dan kualitas institusi pendidikan dokter dinilai penting agar pasokan tenaga medis dapat merata, tidak hanya di kota besar tetapi juga di berbagai daerah.
Baca Juga: Menkes Apresiasi EMT Muhammadiyah Berstandar WHO dalam Respons Bencana
Sejalan dengan itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan kesiapan Muhammadiyah dalam memperluas pengembangan pendidikan kedokteran. Ia menyebut Muhammadiyah memiliki basis kelembagaan yang kuat untuk mendukung pembukaan fakultas kedokteran di berbagai wilayah.
“Jika diminta membuka fakultas kedokteran, tidak ada kendala karena kami memiliki 91 universitas. Tinggal regulasinya dibuat lebih adaptif sesuai kebutuhan daerah, termasuk untuk fakultas kedokteran gigi,”ujar Haedar.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Lilik Andriyani menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Ia mengatakan UNIMMA akan menerapkan tata kelola yang baik serta membangun kerja sama berkelanjutan dengan berbagai pihak untuk memastikan mutu lulusan.
“UNIMMA berkomitmen menjaga kualitas pendidikan kedokteran melalui pengelolaan yang profesional dan kolaborasi yang kuat,” ungkap Lilik.
Ia berharap kehadiran program studi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan dokter nasional di masa depan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi diluncurkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah serta Ketua LLDIKTI Wilayah VI di Magelang, Jawa Tengah. Peluncuran ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran dan mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F01%2F02%2F9bac899f-5227-4d69-9a0d-1d41e13736f0.jpg)