Jakarta: PT Pertamina (persero) mendorong perubahan cara berpikir UMKM dalam menggembangkan usaha melalui Program Pertapreneur Aggregator. Program pendampingan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, menembus akses pasar lebih luas, dan peningkatan kualitas usaha.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat sejalan dengan Asta Cita Poin 3, yaitu penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ujar Baron dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 10 Januari 2026.
Dampak program ini dirasakan founder Harumi Fashion asal Jakarta, Harumi Kartini, yang masuk dalam 10 besar Program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Harumi mengawali usaha dalam layanan desain kemasan (packaging), branding visual, materi promosi digital, hingga strategi visual storytelling.
“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang,” kata Harumi
Lewat usahanya, Harumi membantu para pelaku UMKM lain untuk tampil profesional dan menarik di mata pasar. Ia kini mengembangkan usaha desain fashion untuk produk baju muslim, mukena, jilbab, yang kini diminati UMKM yang ingin memiliki ciri khas produk fashion.
“Saya memulai jasa desain ini karena banyak UMKM punya produk bagus, tapi visualnya kurang menarik. UMKM perlu memperhatikan kemasan dan desain produk untuk menarik konsumen,” jelas Harumi.
Pemikiran tersebut muncul setelah Harumi digembleng di Pertapreneur Aggregator. Bahkan ia mulai keluar dari pola founder-centric menuju organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, dan kolaborasi.
Baca Juga :
Ajukan KUR BRI Rp500 Juta Berapa Angsurannya? Ini Syarat dan Simulasinya(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Untuk pertama kalinya, Harumi Fashion menyelenggarakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan sekadar usaha yang bergantung pada pemilik. Ia menambahkan, perannya sebagai CEO kini lebih strategis dibanding operasional.
“Sekarang saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya adalah memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju,” ungkap Harumi.
Transformasi pola pikir ini juga mengubah cara Harumi mengambil keputusan bisnis. Ia kini lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak sejalan dengan strategi jangka panjang.
“Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi, sehingga kami memiliki arah bisnis yang jelas dan terukur,” jelasnya.
Melalui Program Pertapreneur Aggregator, Pertamina membangun UMKM yang tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga matang secara organisasi. Dengan fondasi sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


