RI Presiden Dewan HAM PBB, Komisi I DPR: Kontribusi Nyata untuk Kemanusiaan

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menanggapi terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Dave menilai posisi ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai HAM.

"Komisi I DPR RI memandang bahwa kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB tahun 2026 merupakan momentum strategis untuk menegaskan kembali politik luar negeri kita yang bebas aktif," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Pertama Kalinya, Indonesia Resmi Jadi Presidensi Dewan HAM PBB 2026

Dave mengatakan Indonesia harus mampu menjadi penyeimbang yang kredibel dalam konflik geopolitik global yang semakin meningkat. Dia mengatakan politik bebas aktif bukan hanya sekedar jargon.

"Melainkan prinsip yang menuntun diplomasi kita agar tidak terjebak dalam blok kepentingan tertentu, melainkan tetap konsisten memperjuangkan nilai universal, termasuk penghormatan terhadap hak asasi manusia," ujarnya.

"Dengan posisi tersebut, Indonesia memiliki ruang untuk memperkuat arah kebijakan luar negeri yang berimbang, memperluas jejaring diplomasi, serta meningkatkan posisi tawar dalam percaturan global," sambung dia.

Politikus Golkar ini mengatakan pihaknya akan memastikan setiap diplomasi yang diambil berpijak pada kepentingan nasional. Selain itu, juga mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian, keadilan, dan penghormatan HAM.

"Komisi I DPR RI juga menekankan pentingnya pengawasan agar kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB tidak dimanfaatkan oleh kepentingan geopolitik negara-negara besar. Indonesia harus menjaga independensi sikap diplomasi, sehingga tetap dipercaya sebagai mediator dan penyeimbang di forum HAM global," ungkapnya.

Pihaknya, kata dia, juga akan memastikan pemerintah menjalankan mandat tersebut dengan transparan dan konsisten. Dia mengatakan Komisi I DPR akan melakukan dialog hingga evaluasi kebijakan agar kepemimpinan Indonesia dapat memperkuat reputasi bangsa.

"Dengan demikian, kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB bukan hanya dimaknai sebagai kesempatan untuk mengartikulasikan kepentingan nasional, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi komunitas internasional dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal," tuturnya.

"Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat dialog antarnegara, mendorong kerja sama multilateral, serta memastikan bahwa forum HAM global berjalan secara kredibel, berimbang, dan berpihak pada kemanusiaan," imbuh dia.

Baca juga: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Ini Tugas dan Wewenangnya

Sebelumnya, Indonesia kembali memperoleh kepercayaan komunitas internasional untuk memimpin pembahasan agenda hak asasi manusia global. Indonesia kini resmi mengemban mandat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB.

Dilansir laman resmi Kemlu, Indonesia resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026 ditetapkan secara resmi pada Pertemuan Dewan HAM PBB tanggal 8 Januari 2026, bertepatan dengan pelaksanaan organizational meeting Dewan HAM PBB pertama pada tahun 2026 di Jenewa. Indonesia resmi dipilih oleh negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG) melalui mekanisme pemilihan di tingkat kawasan untuk dinominasikan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026.

Proses penetapan tersebut merupakan hasil dari kerja diplomasi yang terkoordinasi dan berkelanjutan dari berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Berdasarkan arahan pimpinan tertinggi, selain mengoordinasikan seluruh Perwakilan RI di luar negeri, Kementerian Luar Negeri RI juga secara aktif melakukan pendekatan diplomatik dengan berbagai Perwakilan negara sahabat di Jakarta.

Jabatan Presiden Dewan HAM PBB akan diemban oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Sebelum menjabat sebagai Wakil Tetap RI di Jenewa, Sidharto pernah mengemban berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN serta Duta Besar Republik Indonesia untuk India dan Bhutan.




(amw/idn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka? Yuk Intip Polanya
• 18 jam lalufajar.co.id
thumb
Tutup Pintu Damai, Wardatina Mawa Tolak Restorative Justice, Proses Hukum Inara Rusli dan Insanul Fahmi Tetap Berjalan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Persebaya Beringas, Malut United Buang Kesempatan Geser Persib dan Persija
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Kalah, Indonesia Tanpa Wakil di Final
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Juventus Coba Pulangkan Federico Chiesa dari Liverpool, Pentingkah Sang Winger untuk Si Nyonya Tua?
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.