JAKARTA, KOMPAS.com - Protes warga di sekitar tempat penampungan sementara (TPS) kawasan Rusunawa PIK 2, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, akhirnya membuahkan hasil.
Selama berbulan-bulan, warga harus berhadapan dengan tumpukan sampah yang meluber hingga menutup badan jalan dan menebarkan bau tak sedap.
Kondisi itu menjadi pemandangan sehari-hari yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan.
Tusiah, salah satu warga sekitar, menuturkan bahwa persoalan tersebut mulai muncul sejak Agustus 2025.
Baca juga: TPS Dekat Rusunawa PIK 2 Ditutup, Lahan Akan Diubah Jadi Ruang Terbuka
Saat itu, TPS yang semula berada di dalam lahan kosong dekat kali, kini ditutup, lalu penampungan sampah dialihkan ke pinggir jalan.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=bau sampah, Warga Cakung, TPS PIK 2, Ruang Terbuka Hijau, rusunawa pik 2, rusunawa pik pulogadung 2, tps rusunawa&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMC8wOTMxMTIzMS9iZXJidWxhbi1idWxhbi1kaXByb3Rlcy13YXJnYS10cHMtZGVrYXQtcnVzdW5hd2EtcGlrLTItYWtoaXJueWEtZGl0dXR1cA==&q=Berbulan-bulan Diprotes Warga, TPS Dekat Rusunawa PIK 2 Akhirnya Ditutup §ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Namun, alih-alih menjadi solusi, sistem tersebut justru memunculkan masalah baru.
Sampah kerap menumpuk, jalan menyempit, dan lingkungan terlihat semakin semrawut.
"Iya, yang awal, artinya tuh juga sama sekali enggak menyelesaikan masalah, sekarang kan jadi malah makin semrawut di jalanan. Kan itu jalan umum," kata Tusiah.
Tak tinggal diam, Tusiah mengaku telah berulang kali mengikuti rapat dengan pihak Lingkungan Hidup (LH) di tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Baca juga: TPS Sampah dekat Rusunawa PIK 2 Cakung Bakal Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan sekaligus mengusulkan agar TPS lama kembali difungsikan sehingga tidak mengganggu akses jalan.
Ketua RT 06/20, Nur Efendi, yang juga warga Rusunawa PIK Penggilingan, mengaku kondisi tumpukan sampah sudah sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga, terutama saat proses bongkar muat sampah dilakukan.
Efendi mengatakan, bukan hanya aroma tak sedap yang tercium, tetapi juga banyak lalat yang masuk ke dalam unit tempat tinggalnya.
"Saya enggak pernah buka jendela, apalagi kalau habis hujan. Kalau dibuka, lalat pada masuk dan baunya ini banget," tutur Efendi.
Menurut Efendi, meski jendela sudah ditutup, aroma sampah tetap tercium, terutama saat arah angin mengarah ke unit hunian warga.
"Ya pokoknya (bau dan lalat) pas dia bongkar muat seperti ini. Apalagi kalau habis hujan dia bongkar gitu, kemarin sore nih," ungkapnya.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)