Terungkap! ICW Pernah Ingatkan Kemendikbudristek soal Pengadaan Chromebook

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Komite Pemantau Legislasi (Kopel) Indonesia, sudah pernah memberikan peringatan terhadap Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, atas proyek pengadaan laptop chromebook. Namun, proyek ini tetap dijalankan oleh Kemendikbudristek di era Menteri Nadiem Makarim.

Peringatan ini disampaikan dalam naskah yang mereka susun dan diberi judul ‘Menyoal Pengadaan Perangkat TIK untuk Digitalisasi Pendidikan’ pada September 2021, yang dipublikasi di situs resmi ICW.

Baca Juga :
Isi Surat Lengkap Nadiem Makarim, Beberkan Kejanggalan Kasus Chromebook!
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

Mantan Peneliti ICW, Dewi Anggraeni membenarkan ICW memang pernah menyusun peringatan akan peluang korupsi pengadaan laptop chromebook. Menurutnya, ICW juga menyampaikan langsung kepada pihak Kemendikbudristek tetapi proyek tersebut tetap berjalan. Namun, Dewi tidak bersedia menjelaskan secara rinci karena sudah bukan lagi bagian dari ICW saat ini.

Dalam situs antikorupsi.org, Kemendikbudristek RI menggagas program digitalisasi pendidikan sejak 2019. Program ini membutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, seperti akses internet dan perangkat teknologi. Atas dasar itu, pemerintah menjadikan pemenuhan dukungan digitalisasi pendidikan sebagai salah satu kegiatan strategis dalam APBN 2021, baik dalam anggaran pendidikan maupun pembangunan bidang teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).

Saat itu, Menteri Pendidikan Nadiem menjelaskan pada 2021 pemerintah menganggarkan Rp 3,7 triliun untuk belanja perangkat TIK. Anggaran tersebut dialokasikan dari anggaran Kemendikbudristek sebesar Rp 1,3 triliun (35%) dan sisanya yaitu Rp 2,4 triliun (65%) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan. Tak hanya itu, Rp 1,4 triliun anggaran pendidikan dalam pos Dana Insentif Daerah (DID) juga akan diperuntukkan untuk mendukung digitalisasi pendidikan.

Rencana belanja pengadaan perangkat TIK, khususnya laptop akhirnya memicu polemik. Selain nominal anggarannya terbilang besar untuk dialokasikan di tengah adanya kebutuhan mendesak lain dalam pelayanan pendidikan, pemilihan penyedia dan spesifikasi laptop yang akan dibelanjakan Kemendikbudristek juga menjadi sorotan, misal pemilihan operating system chrome OS dan keharusan pemenuhan ketentuan TKDN.

Selain itu, ICW dan Kopel Indonesia juga sudah mengingatkan persoalan kesiapan akses internet dan listrik di daerah-daerah tertentu di Indonesia, khususnya daerah Terdepan, Terpencil, dan Terpinggirkan (3T). Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi pada Juni 2020, terdapat 12.548 desa yang belum tersentuh internet.

Baca Juga :
Nadiem Bantah Terima Uang Rp 809 Miliar dari Pengadaan Chromebook: Kekeliruan Fatal Investigasi
Hadir di Sidang Chromebook Nadiem, Tokoh Publik Ini Soroti Pembuktian Unsur Mens Rea
Pakar: Pengakuan Nadiem Makarim Tak Terima Keuntungan Dari Proyek Laptop Perlu Digali

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Catat Rekor All-Time High (ATH) 24 Kali, Pasar Modal Indonesia Tutup 2025 dengan “Happy Ending”
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Korlantas Polri Mulai Operasikan ETLE Drone untuk Penegakan Hukum
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Targetkan 80 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis, Menko Pangan Tinjau SPPG Wonosobo
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Diam-Diam HP Produksi RI Dijual di Luar Negeri, Kena Pantau AS
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Super League: Persebaya Bungkam Malut United di GBT
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.