Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke Indonesia sebesar Rp1,44 triliun. Hal ini berdasarkan data transaksi pada 5-8 Januari 2026, dimana nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan beli neto.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, aliran modal masuk terdiri dari beli neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta jual neto sebesar Rp1,38 triliun di pasar SBN.
"Selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 8 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp3,85 triliun di pasar saham, Rp3,23 triliun di pasar SBN, dan Rp0,26 triliun di SRBI," kata dia dalam keterangan dilansir di Jakarta, Sabtu, 10 Januari 2026.
Baca Juga :
Cadangan Devisa RI Bertambah USD6,4 Miliar Menjadi USD156,5 Miliar(Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani)
Ia mengungkapkan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Sementara itu, premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun per 8 Januari 2026 sebesar 69,57 basis poin (bps). Angka ini naik dibanding dengan 2 Januari 2026 sebesar 67,62 bps.
Pergerakan rupiahAdapun rupiah ditutup di level Rp16.785 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 8 Januari 2026. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,05 persen. Indeks Dolar (DXY) menguat ke level 98,93, sedangkan Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun turun ke level 4,167 persen.
Pada Jumat pagi, 9 Januari 2026, rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.815 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,15 persen.

