Jantung Energi Iran Direbut! Khuzestan Bergolak, TV Nasional Dibakar, Starlink Tembus Blokade

erabaru.net
17 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Situasi keamanan dan stabilitas nasional Iran dilaporkan memasuki fase yang semakin genting. Sejumlah video dan informasi yang beredar dari sumber internal Iran menunjukkan bahwa ladang minyak dan fasilitas penyulingan di Provinsi Khuzestan telah diduduki oleh kelompok bersenjata. Hingga berita ini disusun, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi atau membantah klaim tersebut.

Khuzestan: Jantung Energi Iran

Provinsi Khuzestan selama ini dikenal sebagai tulang punggung sektor energi nasional Iran. Berdasarkan data industri energi yang banyak dirujuk analis internasional:

Penguasaan atas wilayah ini, meskipun bersifat sementara, dipandang para analis sebagai ancaman langsung terhadap kemampuan produksi dan ekspor energi Iran.

Dampak Ekonomi yang Berpotensi Fatal

Dari sisi ekonomi makro, ekspor minyak menyumbang sekitar 20–30% Produk Domestik Bruto (PDB) Iran dan merupakan sumber devisa utama negara. Karena itu, para pengamat menilai bahwa:

Sejumlah analis bahkan menyebut bahwa jika kendali Khuzestan benar-benar lepas, dampaknya terhadap stabilitas rezim bisa bersifat sistemik dan sulit dipulihkan.

Stasiun Televisi Isfahan Dilaporkan Dibakar

Di saat yang hampir bersamaan, stasiun televisi nasional Iran di Kota Isfahan dilaporkan dibakar. Isfahan merupakan kota terbesar ketiga di Iran dan memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi:

Pembakaran fasilitas media negara ini dipandang sebagai eskalasi simbolik, karena menyerang langsung alat komunikasi dan propaganda resmi pemerintah.

Starlink Disebut Aktif, Internet Tetap Hidup di Tengah Pemadaman

Di ranah internasional, stasiun televisi Israel Channel 14 melaporkan bahwa Elon Musk telah membuka akses jaringan satelit Starlink bagi masyarakat Iran.

Menurut laporan tersebut:

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi langsung dari Elon Musk maupun pemerintah Iran yang mengonfirmasi detail teknis dan cakupan layanan tersebut.

Titik Kritis bagi Iran

Kombinasi antara:

Dinilai banyak pengamat sebagai indikasi bahwa Iran sedang menghadapi titik kritis dalam sejarah politik dan ekonominya. Situasi ini bukan lagi sekadar protes sosial biasa, melainkan krisis multidimensi yang menyentuh keamanan energi, legitimasi politik, serta kontrol negara atas informasi.

Perkembangan selanjutnya sangat bergantung pada:

Hingga saat ini, dunia internasional terus memantau dengan ketat perkembangan di Iran, menyusul potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adly Fairuz Disebut Gunakan Panggilan Jenderal Ahmad untuk Yakinkan Calon Akpol
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
JPO Sarinah Akan Dibangun Ulang, Pemprov DKI Pertimbangkan Kebutuhan Difabel dan Keselamatan Jalan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Makan Nasi Hangat atau Dingin, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Venezuela Mulai Rundingkan Pemulihan Hubungan Diplomatik dengan AS
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Badai Salju Terjang Eropa, Lalu Lintas Lumpuh dan Aktivitas Warga Terganggu
• 11 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.