Pertamina (Persero) memasok BBM gratis untuk kendaraan yang membawa bantuan kemanusiaan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak bencana banjir di Sumatera.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan total BBM gratis yang dipasok Pertamina mencapai 654 ribu liter, yang terdiri atas Dexlite, Pertamax, dan Avtur.
"Kami bersama BNPB memberikan dukungan bahan bakar untuk membantu moda transportasi yang membawa bantuan kemanusiaan. Total BBM yang disalurkan mencapai 654 ribu liter, terdiri dari Dexlite, Pertamax, dan Avtur yang dikombinasikan," kata Arya dalam konferensi pers Update Penanganan Pascabencana, dikutip Sabtu (10/1).
Pertamina pun memasok LPG gratis untuk dapur umum dan posko pengungsian. Total bantuan LPG yang diberikan mencapai 18.938 kilogram atau sekitar 1.500 tabung, yang disalurkan ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian.
"Untuk dapur umum, kami juga membantu dengan memberikan Bright Gas untuk memasak. Pasokan ini disalurkan ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian. Total bantuan LPG mencapai 18.938 kg hingga tadi pagi, yang jika dikonversikan setara dengan lebih dari 1.500 tabung," jelasnya.
Selain BBM dan LPG, Pertamina turut memberikan bantuan lain seperti penyediaan genset untuk posko pengungsian dan rumah sakit, bantuan medis, serta pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.
"Kami juga melaksanakan bantuan penyediaan air bersih karena melihat adanya potensi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih saat terjadi bencana," tutup Arya.
Mayoritas SPBU dan Agen LPG PulihPertamina juga memastikan mayoritas SPBU dan agen LPG di wilayah terdampak banjir di Sumatera telah kembali beroperasi. Berdasarkan data Pertamina, di Aceh sebanyak 151 dari total 156 SPBU telah kembali melayani masyarakat. Lima SPBU lainnya belum dapat beroperasi karena terkendala akses. Sementara itu, seluruh 131 agen LPG dan sembilan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Aceh telah kembali beroperasi normal.
Di Sumatera Utara, tercatat sebanyak 406 SPBU, 383 agen LPG, serta 46 SPBE telah kembali beroperasi. Adapun di Sumatera Barat, tidak terdapat lembaga penyalur yang terdampak. Seluruh 147 SPBU, 172 agen LPG, dan 14 SPBE di provinsi tersebut dapat beroperasi 100 persen.
"Di Sumatera Barat, untuk lembaga penyalur BBM terdapat 147 SPBU dan tidak ada yang terdampak. Kemudian untuk lembaga penyalur LPG, terdapat 172 agen LPG yang juga tidak terdampak. Jumlah SPBE di sana ada 14, dan kami bersyukur seluruhnya tidak terdampak. Artinya, seluruh lembaga penyalur di Sumatera Barat dapat beroperasi 100 persen," kata Arya.
Ketersediaan BBM dan LPG di ketiga provinsi terdampak juga berada dalam kondisi aman. "Stok dalam posisi aman. Jadi Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM dan LPG. Semuanya dalam kondisi aman," ujarnya.
Meski sebagian besar sarana penyaluran telah pulih, Pertamina masih menerapkan pola distribusi alternatif dan darurat karena kondisi jalur distribusi belum sepenuhnya normal. Distribusi dilakukan lewat jalur laut dan udara untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya masih terputus, serta menyiapkan jalur darat alternatif.
Berkolaborasi dengan BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak, Pertamina menyalurkan BBM ke daerah yang sempat terisolasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami mendistribusikan BBM menggunakan drum yang dimuat ke dalam pesawat, serta tabung LPG yang diangkut dengan helikopter menggunakan metode sling load. Selain itu, ada juga distribusi menggunakan pesawat Air Tractor," tutur Arya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468585/original/034598300_1767959556-0S6A9595.jpg)