5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa saat Liburan ke Eropa

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Liburan ke Eropa sering kali membuat wisatawan ingin membawa banyak barang untuk mengantisipasi kebutuhan di destinasi tujuan. Meski demikian, para pakar perjalanan mengingatkan membawa terlalu banyak barang justru bisa merepotkanmu di perjalanan.

Sebab, kunci perjalanan yang nyaman, menurut mereka, adalah berkemas secara cerdas dan juga ringkas. Tak hanya itu, mereka juga mengingatkan setidaknya ada lima barang yang sebaiknya tidak dibawa saat traveling ke Eropa.

Apa saja itu? Dilansir Huffpost, berikut barang yang sebaiknya tidak dibawa saat liburan ke Eropa.

1. Sepatu Hak Tinggi

Eropa dikenal sebagai destinasi yang paling nikmat dijelajahi dengan berjalan kaki. Jalanan berbatu, tangga-tangga tua, dan kota bersejarah membuat sepatu hak tinggi menjadi pilihan yang tidak bijak.

“High heels sama sekali tidak cocok untuk jalanan berbatu dan bisa menyebabkan cedera pergelangan kaki,” kata Liam Dunch dari Abercrombie & Kent.

Sebagai gantinya, para ahli menyarankan membawa sepatu sneakers yang nyaman, namun tetap stylish, serta sandal ringan untuk musim panas.

2. Snack dari Rumah

Membawa bekal makanan dari rumah dinilai tidak perlu, kecuali untuk kebutuhan diet khusus.

“Eropa penuh dengan kafe, supermarket, dan toko roti yang murah dan lezat,” ujar jurnalis perjalanan La Carmina.

Mulai dari pastel khas Malta hingga sandwich terbuka Denmark, makanan ringan mudah ditemukan hampir di semua kota Eropa.

3. Barang yang Mengundang Pencopet

Pencopetan masih menjadi risiko di banyak kota wisata Eropa. Karena itu, wisatawan disarankan menghindari barang mencolok dan tas yang tidak bisa ditutup rapat.

“Jangan pernah membawa tas yang tidak memiliki resleting,” tegas Tiffany Funk, pakar perjalanan sekaligus pendiri point.me.

Topi baseball dan aksesori mencolok juga sebaiknya ditinggalkan, karena membuat wisatawan terlihat terlalu mencolok sebagai turis.

4. Terlalu Banyak Adaptor dan Perangkat Elektronik

Banyak wisatawan memenuhi koper dengan berbagai adaptor listrik. Padahal, satu universal travel adaptor sudah cukup.

“Sebagian besar ponsel dan laptop modern sudah dual-voltage,” jelas Sarah Silbert dari Points Path.

Perangkat elektronik yang hanya berfungsi di tegangan Amerika Utara, seperti steamer pakaian, juga sering kali menjadi barang sia-sia selama di Eropa.

5. Uang Tunai Berlebihan dan Dolar AS

Negara-negara Eropa kini sangat ramah transaksi digital. Hampir semua tempat menerima kartu dan pembayaran nirsentuh.

“Jika membawa uang tunai, cukup pecahan kecil untuk tip,” kata Bryan Lewis dari Tenon Tours.

Para ahli juga menegaskan bahwa dolar AS hampir tidak digunakan, sehingga sebaiknya mengandalkan kartu Visa atau Mastercard dan dompet digital.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhajtempa petugas haji agar lebih profesional dan berintegritas
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Jasa Marga tekankan pentingnya digitalisasi bagi pengguna jalan tol
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Genjot Pemulihan Pascabencana Sumatra Sebelum Ramadan, Mendagri Minta Tambahan Personil TNI-Polri
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Terima Dituduh Ijazahnya Palsu, Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Indro Warkop soal Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Kemunduran Cara Berpikir
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.