Ketua Posko Satgas Pemulihan Bencana DPR (Satgas Galapana), TA Khalid, mengungkap 4 hal yang masih menjadi masalah pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera.
Menurut Khalid, salah satu masalah yang terjadi adalah normalisasi sungai. Hal ini dinilai sebagai masalah utama yang perlu segera diselesaikan.
"Bahwa perlu diselesaikan segera menyangkut sungai. Kenapa? Sungai-sungai mana? Sungai-sungai yang berefek pada banjir susulan," kata Khalid dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1).
"Karena masih ada kayu dan lain sebagainya, begitu hujan satu jam, banjir. Nah, sungai ini dulu yang kita kejar," tambah dia.
Kemudian, Khalid melanjutkan, masalah selanjutnya terkait akses jalan. Dia menyebut, saat ini masih difokuskan untuk membuka jalan akses ke daerah-daerah yang terisolasi.
Masalah berikutnya adalah terkait penyediaan hunian sementara (huntara). Sejauh ini, telah ditargetkan pembangunan sebanyak 15 ribu huntara.
"Kemudian ada permasalahan di Huntara kami perlu cepat selesai, ada permasalahan pengangkutan, harus pakai darat. Kita Galapana koordinasi dengan Angkatan Udara, alhamdulillah kemarin sudah masuk via Hercules," jelas Khalid.
Terakhir, masalah yang perlu diselesaikan adalah pembersihan lumpur di rumah-rumah warga terdampak.
Dia menilai, dengan dibersihkannya lumpur di rumah warga akan mengurangi kebutuhan hunian sementara (huntara).
"Kemudian pembersihan lokasi, pembersihan rumah masyarakat yang mereka rusak ringan. Kalau ada pembersihan mereka mungkin tidak perlu huntara," ucapnya.




