BEI Kedatangan 4 Emisi Baru, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp16.301 Triliun

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

BEI mencatat aktivitas positif di pasar obligasi dan saham sepanjang periode 5—9 Januari 2026.

BEI Kedatangan 4 Emisi Baru, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp16.301 Triliun. (Foto: Doc. IDXC)

IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas positif di pasar obligasi dan saham sepanjang periode 5—9 Januari 2026. Selama periode tersebut, terdapat pencatatan 3 obligasi dan 1 sukuk baru di BEI.

Pada Rabu (7/1/2026), Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Eagle High Plantations Tbk resmi tercatat di BEI. Masing-masing instrumen tersebut memiliki nilai emisi sebesar Rp210 miliar dan Rp290 miliar.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Menguat ke 8.936, Transaksi Perdagangan Sentuh Rp27,32 Triliun

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), obligasi tersebut memperoleh peringkat idA- (Single A Minus), sementara sukuk mendapatkan peringkat idA- sy (Single A Minus Syariah). Adapun yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Summarecon Agung Tbk juga mulai tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp351.960.000.000. PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk obligasi ini, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Baca Juga:
IHSG Sepekan Naik 2,16 Persen, Sempat Sentuh Level 9.000 

Selain itu, Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk turut tercatat di BEI dengan total nilai nominal Rp500 miliar. Obligasi ini memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dan juga menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai sebesar Rp216,97 triliun. Secara kumulatif, BEI kini mencatat 662 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan USD134,010595 juta, yang diterbitkan oleh 136 emiten.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), tercatat sebanyak 6 emisi dengan nilai Rp3,99 triliun.

Dari sisi perdagangan saham, kinerja BEI selama periode 5—9 Januari 2026 ditutup di zona positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, yang melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI juga meningkat 44,68 persen menjadi Rp31,45 triliun, dibandingkan Rp21,74 triliun pada pekan lalu. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menguat sebesar 2,16 persen dan ditutup pada level 8.936,754, naik dari posisi 8.748,132 pada pekan lalu. Pada Rabu (7/1), IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Selanjutnya, pada Kamis (8/11/2026), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.

Seiring penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,79 persen menjadi Rp16.301 IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas positif di pasar obligasi dan saham sepanjang periode 5—9 Januari 2026. Selama periode tersebut, terdapat pencatatan 3 obligasi dan 1 sukuk baru di BEI.

Pada Rabu (7/1/2026), Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Eagle High Plantations Tbk resmi tercatat di BEI. Masing-masing instrumen tersebut memiliki nilai emisi sebesar Rp210 miliar dan Rp290 miliar.

Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), obligasi tersebut memperoleh peringkat idA- (Single A Minus), sementara sukuk mendapatkan peringkat idA- sy (Single A Minus Syariah). Adapun yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Summarecon Agung Tbk juga mulai tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp351.960.000.000. PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk obligasi ini, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Selain itu, Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk turut tercatat di BEI dengan total nilai nominal Rp500 miliar. Obligasi ini memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dan juga menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai sebesar Rp216,97 triliun. Secara kumulatif, BEI kini mencatat 662 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan USD134,010595 juta, yang diterbitkan oleh 136 emiten.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), tercatat sebanyak 6 emisi dengan nilai Rp3,99 triliun.

Dari sisi perdagangan saham, kinerja BEI selama periode 5—9 Januari 2026 ditutup di zona positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, yang melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI juga meningkat 44,68 persen menjadi Rp31,45 triliun, dibandingkan Rp21,74 triliun pada pekan lalu. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menguat sebesar 2,16 persen dan ditutup pada level 8.936,754, naik dari posisi 8.748,132 pada pekan lalu. Pada Rabu (7/1), IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Selanjutnya, pada Kamis (8/11/2026), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.

Seiring penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,79 persen menjadi Rp16.301 triliun, dari Rp16.014 triliun pada sepekan sebelumnya. Adapun investor asing pada hari tersebut mencatatkan nilai beli bersih Rp2,56 triliun, dan sepanjang tahun 2026 membukukan nilai beli bersih sebesar Rp3,1 triliun.

(Shifa Nurhaliza Putri) Putri)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Patung Batu Dewa Bermuka Dua
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Harry De Fretes Bangkit dari Titik Terendah, Kini Fokus Jualan Bubur
• 20 jam laluinsertlive.com
thumb
Terungkap Alasan Liga Voli Thailand 2025-2026 Kini Sepi Penonton
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Sosok Al Ressa Rizky Rosano, Mengaku Anak Kandung Denada dan Gugat Kerugian Rp7 Miliar
• 16 menit laluviva.co.id
thumb
Jalan provinsi di Pagadih, Agam menuju 50 Kota terputus akibat banjir
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.