Content Creator Sherly Annavita Ungkap Pola Teror Terkoordinasi Usai Kritik Kebijakan | ROSI

kompas.tv
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kreator konten sekaligus aktivis muda, Sherly Annavita, mengungkap adanya pola teror terkoordinasi yang ia alami setelah menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan publik. 

Sherly menegaskan, kritik yang ia sampaikan bukanlah bentuk permusuhan, melainkan wujud kepedulian agar kebijakan publik dapat berjalan lebih baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Menurutnya, bencana di Sumatera menjadi titik awal meningkatnya serangan teror yang ia alami.

Setelah terjun langsung sebagai relawan di Aceh dan kembali ke Jakarta, Sherly mulai membagikan pengalaman kemanusiaannya melalui kolaborasi konten. Dari situlah, ia melihat adanya pola yang tidak wajar.

“Di jam-jam tertentu, jenis pesannya sama. Ada boom hate, boom komentar dengan narasi yang kurang lebih identik,” ujar Sherly.

Ia menilai serangan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan terorkestrasi. Bagi Sherly, ada satu benang merah yang jelas: pihak di balik teror ini tidak menginginkan masyarakat kompak, memiliki satu suara, dan tercerahkan, terutama kalangan anak muda.

Alih-alih bungkam, Sherly mengaku teror justru mendorongnya bersikap sebaliknya. Ia menyadari, banyak pihak yang memilih diam setelah mengalami intimidasi serupa. Karena itu, pada 30 Desember, Sherly memutuskan untuk berbicara secara terbuka.

Sherly pun mengajak publik, khususnya generasi muda, untuk tidak takut bersuara dan saling menguatkan ketika menghadapi intimidasi.

“Kalau teman-teman mendapatkan perlakuan yang sama, maka speak up,” katanya.

 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/jeVZMgCs640?si=BI1FL3XpcEbJl76p 

 

#teror #aktivis #contentcreator 

Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sherly annavita
  • content creator
  • korban
  • kritik
  • kebijakan publik
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OTT Pejabat Pajak, KPK Sita Uang Hingga Logam Mulia Senilai Rp6 Miliar
• 18 jam laluidntimes.com
thumb
Khamenei: Iran Tak Bakal Mundur Hadapi Gelombang Protes
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Diduga Telantarkan Anak, Denada Unggah Foto Bersama Emilia Contessa Sekaligus Minta Doa
• 23 jam laluinsertlive.com
thumb
Program Pendidikan Huma Betang Dinilai Sukses
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? Dijadikan Film, Bahas Dinamika Realita Keluarga
• 5 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.