Simak Prediksi Lengkap BMKG soal Iklim RI 2026, Ada La Nina-El Nino?

cnbcindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita
Foto: Farih Maulana/detikcom

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi iklim Indonesia 2026 cenderung normal dan stabil. Namun, awal tahun masih dipengaruhi La Nina lemah, sebelum berangsur netral hingga akhir tahun.

Dalam unggahan di Instagram resminya, BMKG menyebut bahwa suhu di tahun 2026 lebih hangat, dengan rata-rata tahunan sekitar 25-29 derajat Celcius. Jika dibandingkan dengan rata-rata tahun 1991-2020, suhu di sebagian wilayah diprediksi lebih hangat 0,2-0,6 derajat Celcius.

Beberapa wilayah dengan suhu yang lebih rendah dengan rata 19-22 derajat Celcius adalah dataran tinggi, seperti Bukit Barisan, Pegunungan Latimojong, dan Pegunungan Jaya. Sedangkan wilayah dengan suhu lebih tinggi di atas 28 derajat Celcius adalah sebagian selatan Sumatra, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, pesisir utara Jawa, dan sebagian Papua Selatan.


Baca: Aceh, Sumbar-Papua Siaga Sepekan ke Depan, BMKG Kasih Peringatan Ini

Sementara itu, curah hujan tahun ini normal, musim hujan disebut lebih bersahabat. BMKG memprediksikan sebanyak 94,7% wilayah Indonesia mengalami curah hujan normal (1.500-4.000 mm/tahun).

Adapun 5,1% wilayah lainnya diprediksi menerima hujan lebih tinggi dari biasanya. Di antarnya termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali.

BMKG memperingatkan potensi banjir dan longsor pada awal tahun (Januari hingga Maret), saat periode akhir La Nina lemah. Sementara di pertengahan tahun saat periode kering, perlu antisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selanjutnya, curah hujan yang cukup akan membantu membersihkan polusi udara secara alami. Meski demikian, warga harus tetap waspada potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan polusi industri saat musim kemarau.

Baca: Petaka Lumpuhkan Eropa, Sekolah Tutup-Rumah Warga Gelap Gulita

Di sektor kesehatan, suhu hangat ditambah kelembapan tinggi dapat membuat udara terasa lebih gerah dan tidak nyaman. Maka demikian, masyarakat perlu waspada genangan air berpotensi meningkatkan kasus demam berdarah (DBD).

"Informasi Pandangan Iklim 2026 ini diharapkan menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan, langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam unggahan Instagram @infobmkg, dikutip Sabtu (10/1/2025).

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jabodetabek Hati-hati, BMKG Beri Peringatan Dini Hujan Lebat

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sintya Marisca Pamer Dilamar, Diduga Cuman Gimik Promosi Film
• 7 jam laluinsertlive.com
thumb
Andi Azwan Beber Pernyataan Sikap! Demokrat-Roy Suryo Lapor Polisi Terkait Kasus Ijazah Jokowi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Keseruan Warga Bandung Nonton Video Mapping Pohon Mendongeng | KOMPAS MALAM
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Big Match BRI Super League Persib Vs Persija, Bojan Hodak: Ini Rivalitas Terbesar di Asia Tenggara
• 12 jam lalubola.com
thumb
Tol Sigli-Banda Aceh Dibuka Fungsional 24 Jam hingga 22 Januari 2026 untuk Dukung Distribusi Bantuan
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.