Trump Kembali Mengangkat Rencana Greenland: Jalur Diplomatik untuk Membeli Tetap Jadi Prioritas

erabaru.net
17 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Rabu (7/1/2026), juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt menyatakan bahwa Presiden Donald Trump bersama tim keamanan nasionalnya sedang aktif membahas kemungkinan mengakuisisi Pulau Greenland. Namun, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa pembelian melalui jalur diplomatik masih menjadi opsi utama pemerintahan Trump. Ia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Denmark pekan depan untuk membahas rencana pembelian tersebut.

 “Presiden sangat terbuka dan jelas kepada Anda semua dan kepada dunia. Ia percaya bahwa langkah ini sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat dan membantu membendung agresi Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik. Karena itu, timnya saat ini sedang mengkaji seperti apa skema pembelian potensial tersebut,’ katanya. 

Leavitt juga menekankan bahwa Presiden Trump selalu menjaga semua opsi tetap terbuka dalam menangani urusan internasional, namun diplomasi tetap menjadi pilihan pertama.

Dalam waktu terakhir, Presiden Trump berulang kali menegaskan keinginannya untuk menguasai Greenland. Gagasan ini pertama kali muncul pada masa jabatan pertamanya pada tahun 2019. Trump menilai pulau tersebut sangat penting bagi strategi militer Amerika Serikat dan mengkritik Denmark karena dianggap tidak menjalankan tanggung jawab pertahanan secara memadai.

Pada Rabu, Trump menulis di platform Truth Social:  “Kami akan selalu mendukung NATO, meskipun NATO belum tentu akan melakukan hal yang sama untuk kami.”

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa ia akan bertemu dengan pejabat Denmark pekan depan untuk membahas status Greenland. Namun, Presiden Trump tetap tidak menutup kemungkinan penggunaan cara militer untuk mencapai tujuannya.

Rubio juga menekankan bahwa Trump “bukanlah presiden Amerika Serikat pertama yang mempertimbangkan bagaimana memperoleh Greenland”. Mantan Presiden Harry Truman pada tahun 1946 pernah mengusulkan untuk membeli Greenland dari Denmark dengan emas senilai 100 juta dolar AS.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Rubio telah menyampaikan kepada anggota Kongres AS bahwa opsi utama saat ini tetap pembelian. Namun, para pakar menilai bahwa meskipun Greenland bersedia dijual, proses transaksi akan sangat kompleks, karena memerlukan persetujuan pendanaan dari Kongres serta dukungan dua pertiga suara Senat untuk menyelesaikan akuisisi.

Greenland sejak lama merupakan pos penting dalam sistem pertahanan rudal balistik Amerika Serikat, dan kekayaan sumber daya mineralnya juga sejalan dengan strategi AS untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pulau ini memiliki populasi sekitar 57.000 orang. Greenland bukan anggota NATO secara mandiri, tetapi berada di bawah perlindungan NATO melalui Denmark.

Selain itu, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Finlandia, Koskinen, menyerukan agar isu ini dibahas di dalam NATO.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Kebijakan Luar Negeri, Kaja Kallas, pada Kamis (8 Januari) menyatakan bahwa Uni Eropa telah membahas bagaimana Eropa seharusnya merespons isu tersebut.

Di sisi lain, senator Partai Demokrat AS bersama sebagian kecil anggota Partai Republik juga menyatakan bahwa mereka memperkirakan akan melakukan pemungutan suara atas rancangan undang-undang yang bertujuan membatasi upaya presiden untuk merebut Greenland dari Denmark.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Greenland ingin merdeka dari Denmark, tetapi apakah mereka ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat masih perlu didiskusikan. Meski demikian, Amerika Serikat kemungkinan dapat meraih dukungan penduduk pulau melalui insentif keuangan jangka pendek atau manfaat ekonomi jangka panjang di masa depan.

Awal tahun lalu, influencer ternama Amerika Serikat Nick Shirley pernah mengunjungi Greenland untuk mewawancarai penduduk setempat. Banyak anak muda di sana menyatakan bahwa mereka berharap Presiden Trump dapat “membeli” Greenland.


“Saya sekarang berada di Greenland. Anak ini memakai topi MAGA. Apa yang ingin kamu sampaikan kepada Trump?” katanya. 

Seorang warga Greenland menjawab:  “Beli Greenland! Beli Greenland! Beli Greenland! Tidak mau orang Denmark! Tidak mau orang Denmark! Kami tidak suka orang Denmark!”

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duffman Resmi Pensiun, The Simpsons Akhiri Karakter Ikonik Setelah Hampir 30 Tahun
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Jadwal BRI Super League Hari Ini: Persebaya vs Malut United, Madura United Jamu PSIM di Hari Ulang Tahun
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Ditelepon Prabowo, Purbaya Pastikan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Aceh Tak Dipangkas
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Aksi Diduga Debt Collector Cegat Ojol Berujung Keributan di Serpong
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Menohok! Begini Sindiran Nikita Mirzani pada Dokter Richard Lee yang Resmi Jadi Tersangka: Sekalian Bawa Baju
• 11 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.