Prabowo Tugaskan Wakil Panglima TNI Tangani Normalisasi Sungai Pascabencana Sumatera

rctiplus.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menugaskan secara khusus Wakil Panglima (Wapang) TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita untuk terlibat langsung dalam percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penugasan tersebut difokuskan pada normalisasi sungai-sungai yang terdampak bencana.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam rapat koordinasi bersama Satgas Pemulihan Bencana DPR RI di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Tito, salah satu persoalan utama pascabencana adalah tingginya sedimentasi di sejumlah sungai besar maupun kecil yang menghambat aliran air menuju laut. Kondisi tersebut menyebabkan banjir berulang meskipun curah hujan relatif rendah.

“Seperti Sungai Tamiang yang sebelah kiri. Sebelah kanan itu sungai-sungai kecil, nanti masuk ke Sungai Tamiang yang besar. Sungainya, muaranya sudah seperti itu, tumpukan sedimen yang luar biasa banyak dan itu malah memblok aliran dari sungai menuju laut. Akibatnya, apa yang terjadi? Kalau hujan sedikit saja, airnya tumpah ke kanan-kiri dan menimbulkan banjir baru,” ujar Tito.

 

Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut dengan menugaskan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo untuk memimpin koordinasi teknis di lapangan bersama TNI Angkatan Darat dan kementerian terkait.

“Nah, ini kami dengar Bapak Presiden sudah menugaskan secara khusus Wakil Panglima TNI. Kami juga sudah berkoordinasi langsung dengan Panglima TNI, Wakil Panglima Pak Tandyo, dan juga Pak Richard (Kepala Staf Umum TNI) yang nantinya menjadi contact person utama bersama-sama TNI AD,” jelasnya.

Selain Sungai Tamiang, pemerintah juga akan melakukan pembersihan dan pengerukan sungai-sungai lain yang mengalami sedimentasi tinggi, seperti Sungai Merdu. Tito menekankan bahwa metode penanganan tidak hanya mengandalkan alat berat konvensional, tetapi juga menggunakan kapal pengeruk (dredger).

“Dan saya dengar, pembersihannya sudah saya usulkan saat rapat di Tamiang, tidak hanya menggunakan alat berat biasa, tetapi juga kapal pengeruk atau dredger untuk menarik dan mengeruk sedimen. Pak Menteri PU saya kira sudah sangat paham mengenai hal itu,” katanya.

Di sisi lain, Tito menegaskan bahwa perbaikan akses darat menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. Akses jalan dinilai sebagai kunci kelancaran distribusi logistik, mobilisasi pasukan, serta pergerakan barang dan masyarakat.

“Perbaikan akses darat ini akan kami kerjakan. Kami sudah melakukan pendataan. Tugas inilah utamanya bagi PU, TNI, Polri, dan Antara. Akses darat ini apa pun harus dilakukan karena menjadi kunci mobilitas orang dan barang,” pungkasnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: PSIM Dijamu Madura United di Momen HUT ke-10, Van Gastel: Kami Datang untuk Merusak Pesta
• 23 jam lalubola.com
thumb
Kerugian Negara Korupsi Haji Belum Final, BPK Masih Kalkulasi
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Warga Aceh Tamiang Huni Rumah Sementara
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Soroti Biaya Politik, Yusril Nilai Pilkada Langsung Sarat Mudharat
• 13 jam laludisway.id
thumb
Rocky Gerung Sanjung Pidato Megawati Angkat Isu Lingkungan & Kemanusiaan
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.