Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah, Tito Karnavian, melontarkan candaan saat menyadari dirinya lupa menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat koordinasi di Banda Aceh, Sabtu (10/1).
Awalnya, Tito menjelaskan susunan tim pengarah Satgas yang diketuai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dengan anggota seluruh menteri koordinator, Panglima TNI, dan Kapolri.
Namun di tengah penjelasan, ia tiba-tiba berhenti dan mengoreksi ucapannya.
“Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi, ada yang terlewat tim pengarah. Selain Menko, Panglima TNI, Kapolri, juga di situ ada Bapak Purbaya. Saya lupa nyampaikan. Ini kualat ini. Kalau beliau ngambek, mau rapat sampai malam juga, percuma juga kita nanti. Enggak ada pitinya [uangnya],” kata dia, disambut tawa peserta rapat.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya pun menjawab hal itu dengan berseloroh akan tersinggung, jika uang yang sudah ia sediakan tidak terpakai.
“Saya enggak disebut nama enggak ngambek, Pak. Saya ngambek kalau uangnya udah disediain pakai utang, enggak dipakai juga,” tutur dia seraya tersenyum.
Purbaya menyebut telah mengumpulkan uang dari berbagai pihak.
“Saya kumpulin uang banyak, ‘gebuk-gebuk’ orang pajak, bea cukai, ditumpuk di sana enggak dipakai. Sementara di sini, bencananya masih susah masyarakatnya,” sambung dia.
Struktur Satgas
Tim Pelaksana
Ketua: Menteri Dalam Negeri
Wakil Ketua: KASUM TNI Letjen Richard Tarigan Tampubolon, Kepala BNPB Suharyanto, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani, dan Kepala Badam Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani
Tim Pengarah
Ketua: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)
Anggota: Seluruh Menko, Menteri Keuangan, Panglima TNI, dan Kapolri




