Pantau - Kementerian Kehutanan melaporkan telah mendata 769 batang kayu hanyut yang terseret banjir di Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh dengan total volume mencapai 1.260,49 meter kubik.
Kayu hasil pendataan tersebut diperuntukkan bagi pemanfaatan warga terdampak bencana banjir di Aceh Utara.
Pendataan kayu dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascabencana banjir di Kecamatan Langkahan.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Subhan menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Sabtu 10 Januari 2026.
Pendataan dan Pemanfaatan Kayu BanjirSubhan menyampaikan, “Kayu hanyutan kami pilah di halaman rumah warga dan di sungai mati untuk dimanfaatkan, terutama mendukung pembangunan hunian sementara,” ungkapnya.
Data tersebut menunjukkan hasil pendataan hingga Kamis 8 Januari 2026.
Penanganan kayu banjir dilakukan dengan mengerahkan 87 personel Kementerian Kehutanan.
Kegiatan tersebut didukung oleh 38 alat berat milik Kementerian Kehutanan TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Penanganan difokuskan pada pemilahan kayu di halaman rumah warga agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pemanfaatan kayu di Aceh Utara telah dilakukan oleh lembaga Rumah Zakat.
Kayu tersebut digunakan untuk pembangunan sembilan unit hunian sementara bagi warga terdampak.
Dari sembilan unit hunian sementara tersebut delapan unit masih dalam proses pembangunan.
Satu unit hunian sementara telah selesai dibangun.
Penanganan Pascabencana di Aceh dan Sumatera UtaraSelain kegiatan pemanfaatan kayu, sebanyak 54 personel Kementerian Kehutanan dan Saka Wanabakti juga melakukan pembersihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Untuk wilayah Sumatera Utara, pemilahan kayu di Garoga I Garoga II dan Garoga III telah mencapai 100 persen.
Pemilahan kayu di jalur Desa Garoga Huta Godang dan Aek Ngadol telah mencapai 80 persen.
Hasil pengolahan kayu hingga Kamis 8 Januari 2026 mencapai 228 batang.
Volume kayu yang diolah tersebut tercatat sebesar 3,1560 meter kubik.
Total akumulasi kayu yang telah diolah mencapai 793 batang dengan volume 12,0035 meter kubik.
Kayu tersebut diperuntukkan bagi pembangunan hunian sementara di Desa Batu Hula Kecamatan Batang Toru.
Selain pemanfaatan kayu, kegiatan pascabencana juga mencakup penataan lingkungan.
Kegiatan lainnya meliputi land clearing untuk rencana hunian sementara dan hunian tetap.
Lokasi land clearing berada di areal PTPN IV Desa Aek Pining.
Rencana luas lahan yang akan dibuka mencapai 15 hektare.
Realisasi pembukaan lahan hingga saat ini mencapai sekitar 1,028 hektare.


