BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan air yang muncul dari fenomena sinkhole dengan kemampuan menyembuhkan penyakit, sebelum adanya hasil penelitian ilmiah yang valid.
Anggota tim Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufik Wirabuana, mengatakan munculnya kepercayaan tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat, terutama di tengah belum rampungnya kajian ilmiah yang sedang dilakukan.
“Kami mengingatkan warga agar tidak terpengaruh isu yang belum terbukti. Sampai saat ini belum ada dasar ilmiah yang menyatakan air dari sinkhole memiliki manfaat penyembuhan,” ujar Taufik saat meninjau lokasi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu.
Ia menjelaskan, fenomena tersebut memicu kedatangan warga ke Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, untuk mengambil air yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Padahal, tim Badan Geologi masih berada dalam tahap penelitian awal.
Menurut Taufik, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dengan melakukan kajian cepat terhadap lubang runtuhan yang muncul di area persawahan milik warga. Sejumlah sampel air dan tanah telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut.
“Penelitiannya masih berjalan, sehingga hasilnya belum bisa kami sampaikan ke publik,” katanya.
Ia menambahkan, sinkhole merupakan fenomena geologi yang relatif sering terjadi di Indonesia. Namun, karakteristik dan dampaknya dapat berbeda-beda di setiap wilayah, tergantung kondisi geologi setempat.
Meski demikian, Taufik menegaskan bahwa sinkhole berpotensi membahayakan jika muncul di kawasan permukiman. Dalam kasus di Kabupaten Limapuluh Kota, lokasi lubang runtuhan berada jauh dari pemukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung.
“Yang perlu diwaspadai adalah jika sinkhole muncul di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Untuk kejadian ini, lokasinya masih relatif aman,” tutupnya. (Z-10)



